Latest News

Monday, September 15, 2014

Teori Masuknya dan Berkembanganya Agama Serta Kebudayaan Hindu-Buddah Di Indonesia

Teori Masuk dan Berkembanganya Agama Serta Kebudayaan Hindu-Buddah Di Indonesia| Hindu-Budha Merupakan Agama yang berkembang dan memiliki kebudayaan dan teori--terori masuknya |Hindu Budha Merupakan Agama berasal dari india ke Indonesia yang memiliki teori-teori masuknya di Indonesia dan bagaaman cara berkembangnya agama dan kebudayaan Hindu-Buddha Ini diindonesia, Agama hidnu-budha merupakan agama yang menyebah dewa. zaman dulu agama hindu-budha merupakan  agama yang terkenal di indonesia pada zaman itu karna merupakan agama yan pertama kali ada diindonesia. Agama hindu-budha memiliki teori-teori dalam proses masuknya di Indonesia serta Perkembangannya, dan Agama Hindu Budha Memiliki Pengaruh Terhadap Kebudayaan di Indonesia, Untuk Lebih Mengetahui Teori Masuknya dan Berkembangnya Agama Serta Kebudayaan Hindu-Budha Diindonesia, Lihat penjelasannya dibahwa ini...


Teori-Teori Masuknya Hindu-Budha, Kebudayaan Hindu-Budha, Perkembangan Hindu-Budha

JALUR PERDAGANGAN INDIA-CINA MELALUI INDONESIA

Diduga sejak awal trikh Masehi telah terjalin hubungan perdagangan antara Indonesia-India. Karena pada waktu itu hubungan perdagangan antara China �India-Timur Tengah tidak lagi melewati Asia Tengah (= jalan sutra), melainkan melewati Asia Tenggara (=jalan rempah-rempah). Dengan begitu Indonesia terletak di tengah-tengati jalan perdagangan dunia.

Melalui hubungan perdag�ngan tadi lambat laun Agama Hindhu Budha masuk dan tersebar di Indonesia, dianut oleh raja-raja dan para bangsawan di Iingkungannya. Dan Iingkungan atasan, kedua agama itu lalu tersebar ke Iingkungan rakyat biasa.


A. PENYIARAN AGAMA BUDHA DI INDONESIA

Penyiaran Agama Budha di Indonesia Iebih awal dari pada Agama Hindu. Sifat kedua agama itu memang berbeda. Budha bersitat terbuka. Setiap manusia, setiap bangsa dapat menganutnya. Maka dari itu agama Budha mengenal adanya missi. penyiar agama yang disebut dharmadhuta.

Sedang Hindhu bersifat tertutup. Hanya boleh dianut oleh orang India anggota Kasta. Budha agaknya telah tersiar di Indonesia sejak abad ke-2, Masehi. Di Jember dan Sulawesi Selatan diketemukan paturing Budha dan perunggu. Patung-patung tadi berlabang Amarawati. Belum diketahui siapakah pembawa patung-patung tadi dan, India Selatan ke Indonesia.

Peninggalan Iainnya diketemukan di Palembang. Juga berupa patung Budha tetapi terbuat dan batu. Meskipun masih berlanggam Amarawati, menilik jenis batunya. patung tadi dibuat di Indonesia. Pembuatnya mungkin orang-orang Indonesia sendiri yang telah menganut agama Budha. Agama Budha yang tersiar di Indonesia terutama dan Aliran Mahayana. Aliran ini mengalami perkembangan yang pesat pada jaman Sri wijaya dan pada jaman Mataram ketika diperintah oleh Dinasti Syailendra.(� 775- � 850). Seperti halnya di India sendiri, juga di Indonesia Agama Budha makin lama bercampur dengan Hindhu hingga keduanya dianggap sama. 


B PENYIARAN AGAMA HINDHU DI INDONESIA
Peninggalan tertulis di Indonesia yang pertama berasal dan abad 5 M, diketemukan di Jawa Barat dan Kalimantan Timur. Peninggalan tertulis (Prasasti) tadi memakai huruf Pallawa dan berbahasa Sanskerta. Sedangkan suasana kepercayaannya adalah agama Hindhu. Dan hal-hal tersebut di atas, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Sejak abad ke-5 M bangsa Indonesia telah menginjak jaman baru yaitu jaman sejarah. Bangsa kita mulai bisa menulis, Sehingga di Indonesia terdapat peninggalan tertulis. Jadi kebudayaan nenek moyang kita lebih maju lagi.
2. Sejak abad ke-5 M bangsa Indonesia mendapat pengaruh kebudayaan Hindhu. Yang dimaksud kebudayaan Hindhu ialah agama Hindhu dan segala sesuatu yang ada sangkut pautnya dengan agama Hindhu. Proses masuknya kebudayaan Hindhu ke Indonesia, hingga sekarang belum dapat diketahui dengan jelas/pasti. Di kalangan kaum sarjana tidak ada kesatuan pendapat, sehingga menimbulkan bermacam-macam teori. 

        Teori yang satu berbeda bahkan kadang-kadang berlawanan dengan teori yang lain. Beberapa Teori yang dikemukakan antara lain sbb,:


TEORI-TEORI MASUKNYA AGAMA HINDU-BUDHA
Berikut Teori-teori masuknya Agama Hindu-budha antaralain... 

1. TEORI SUDRA:
Mengatakan bahwa agama Hindhu masuk/tersiar ke Indonesia dibawa oleh orang-orang India yang berkasta Sudra. Mereka itu adalah orang-orang buangan.

2. TEORI WAISYA:
Mengatakan bahwa agama Hindhu masuk/tersiar ke Indonesia dibawa oleh orang-orang berkasta Waisya. Mereka terdiri dari para pedagang yang datang dan kemudian menetap di Indonesia. Banyak di antara para pedagang tadi yang akhirnya kawin, dengan wanita Indonesia.

3. TEORI KSATRIYA:
Mengatakan bahwa agama Hindhu masuk/tersiar ke Indonesia dibawa oleh orang-orang berkasta Ksatria. OIeh karena di India terjadi kekacauan politik. maka para Ksatriya yang kalah lalu melarikan diri ke Indonesia. Di sini meneka mendirikan kerajaan-kerajaan dan menyebarkan agama Hindhu.

4. TEORI BRAHMANA:
Mengatakan bahwa agama Hindhu masuk/tersiar ke Indonesia dibawa oleh kaum Brahmana. Mereka datang ke Indonesia karena diundang oleh kepala suku Indonesia yang tertarik oleh agama Hindhu. Kaum Brahmana yang bersedia datang ke Indonesia adalah Brahmana angkatan yang beraliran modern dan berasal dan India Selatan (buktinya ?). Di Indonesia mereka IaIu memasukkan kepala suku menjadi anggota kasta Ksatniya dengan meialui upacara wratyatsoma, dan kemudian menobatkannya menjadi raja dengan melalui upacara abhiseka. Para Brahmana memperoleh kedudukan yang penting dalam kraton-kraton Indonesia. Mereka menjadi penasehat raja, pujangga dan lain-lain. Dan lingkungan kraton setahap demi setahap agama Hindhu tersebar kepada rakyat biasa. Namun makin jauh dan kraton pengaruh kebudayaan Hindhu itu makin menipis.


Dan 4 macam teori tersebut, teori Brahmanalah yang paling banyak mendapat pengikut. Jadi banyak yang menyetujui. Karena teori itu cocok/sesuai dengan bukti-bukti yang ada.

Bukti-buktinya itu sbb:

a. Agama Hindhu bukan agama yang demokratis. HaI-ikhwal mengenai agama menjadi monopoli kaum Brahmana. Jadi hanya golongan Brahmana yang berhak dan mampu menyiarkan agama Hindhu.
b. Prassasti Indonesia yang pertama berbahasa sanskerta. Pada hal india sendiri bahasa itu telah mati,hanya digunakan dalam kitab-ktiab suci dan upacara-upacara keagamaan. Jadi hanya kau brahmalah yang megnerti dan menguasainya penggunaan

       Dalam menerima pengaruh Hindhu, nenek-moyang kita bersifat selectif. Yang diambil/diterima hanyalah unsur-unsur kebudayaan yang cocok/sesuai dengan kepribadian Indonesia. Sedangkan yang dianggap tidak sesuai akan ditolak. Sebagai contoh misalnya tentang sistem Kasta. Sistem Kasta di Indonesia tidak pernah dijalankan seperti di India. Unsur-unsur kebudayaan Hindhu yang masuk ke Indonesia dengan segera di-Indonesi akan. Lambat laun kebudayaan dari luar tadi dianggap sebagat kebudayaan milik sendiri dan tidak dirasakan lagi sebagai barang asing.

         Misalnya huruf Pallawa yang berasal dari India Selatan, kemudian di-Indonesiakan menjadi huruf Kawi atau huruf Jawa kuna.


C. PENGARUH HINDU BUDHA

Lebih-kurang 10 abad Iamanya HIndhu dan Budha mempunyai pengaruh luas di Indonesia. Pengaruh kedua agama itu memang tidak merata benar. Di Sumatra, Jawa dan Bali sangat kuat mendapat pengaruh, tetapi di pulau-pulau Iainnya sangat tipis. Bahkan di Maluku, Irian Jaya dan Nusa Tenggara Timur tak ada pengaruh Hindhuisme dan Budhisme.

Budha yang terutama berkembang di Sumatra. Karena raja-raja Sriwijaya yang menganut Budha selalu berusaha menyebar-Iuaskan. Pada masa kejayaannya. Sriwijaya menjadi pusat agama Budha di Asia Tenggara. Di situ terdapat Perguruan Tinggi yang mengajarkan ilmu dan kebudayaan Budha. Perguruan Tinggi tersebut terkenal sampai di China dan seringkali disinggahi oleh bhiksu-bhiksu China yang hendak pergi ke India.

Raja-raja Sriwijaya mengadakan hubungan erat dengan raja-raja India yang seagama, yaitu dengan raja-raja PALA di India Utara dan raja-raja CHOLA di India Selatan. Berkat hubungan itu, bhiksu-bhiksu Budha dan India banyak yang mengunjungi Sriwijaya dan sebaliknya banyak pemuda Indonesia yang belajardi sana untuk memperdalam ilmu agama Budha. Hubungan Sriwijaya-India tadi sampai abad ke-11 masih tetap terjalin dengan baik.

       Dari Sumatra mungkin Budha lalu tersiar masuk ke Jawa dan dianut oleh raja-raja Mataram dan Dinasti Syailendra ( 775-850). Raja-raja itulah yang membangun candi-candi Budha di Jawa Tengah seperti Borobudur, Mendut, Kalasan, Sewu dll. Ketika � tahun 870 Dinasti Syailendr�ra terdesak oleh Dinasti Sanjaya dari Mataram. Budha di Jawa mengalami kemunduran. Lambat-Iaun Budha dianggap sama dengan Hidhu. Hindhu yang terutama berkembang di Jawa dan Bali. Bagi rakyat Jawa-Bali yang sebagian besar hidup sebagai agraris. Hindhu lebih mudah diterima diresapi daripada Budha Sampai abad ke-1 5, raja-raja diJawa menganut Hindhu dan pada umumnya memuja dewa Syiwa sebagai dewa yang tertinggi.

      Pengaruh agama dan kebudayaan Hindhu mula-mula sangat kuat. Akan tetapi betapapun kuatnya pengaruh tadi ternyata tidak dapat �menelan�kebudayaan dan kepercayaan asli bangsa kita yang berintikan pada pemujaan arwah leluhur. Kebudayaan dan kepercayaanasli bangsa Indonesia tetap hidup, hanya saja disesuaikan dengan �suasana� Hindhu. Misalnya mengenai candi. Fungsi candi di Indonesia bukan sebagai tempat memuja/menyembah dewa-dewa seperti di India, melainkan sebagai tempat memuja/menyembah arwah leluhur. Demikian pula mengenai corak bangunan candi di Indonesia sama sekali berbeda dengan corak bangunan candi di India.

     Pengaruh Hindhu terasa kuat sekali ketika pusat pemerintahan raja-raja Hindhu masih berada di JawaTengah (abad 8 -abad 10). Namun setelah pusat pemerintahan pindah ke Jawa Timur (abad 10), pengaruh Hidhu makin lama makin berkurang. Unsur-unsur kebudayaan asli Indonesia kian menonjol, terutama dalam bidang seni bangunan dan seni sastra. Hal tersebut mulai tampak dengan jelas sejakjaman Kerajaan Kediri (abad 11- abad 13).


Sekian  Teori Masuk dan Berkembanganya Agama Serta Kebudayaan Hindu-Budah Di Indonesia,Jalur perdagangan India-Cina Melalui Indonesia, Pengaruh Hindu-Budha, Teori-Teori Masuknya Hindu-Budha,  Semoga Bermanfaat. 


No comments:

Post a Comment