Latest News

Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Saturday, November 18, 2017

Pengertian Frasa, Ciri, Jenis-Jenis, Contoh & Frasa Menurut Para Ahli

Frasa menurut hemat penulis juga tidak mengetahuinya, dan jujur saja pengertian frasa, jenis dan ciri-ciri, contoh dan penggunannyapun masih belum penulis ketahui. Entahlah dari cara belajar penulis di jenjang pendidikan hingga saat ini atau bagaimana. Mengapa? karena penulis juga tidak ingin menceritakan lengkap kondisi belajar penulis.

Tapi, hal ini selain membantu teman-teman untuk mengetahui pengertian frasa, jenis-jenis frasa, macam-macam frasa, ciri-ciri frasa, contoh dan penggunaan frasa. Juga dapat membantu penulis untuk mengetahui frasa, sehingga teman-teman dapat melihat informasi ini.

Jujur saja dalam pembuatan informasi ini, penulis sampai berkeringat dan kewalahan untuk mencari tahu apa itu arti sebenarnya frasa dan bagaimana itu frasa. Penjelasan frasa juga terbilang untuk penulis susah jelaskan, apalagi menyangkut memberikan contoh-contoh frasa. Sungguh memusingkan.

Dari berbagai sumber ilmiah dari berbagai para ahli yang telah diuji atau dari hasil artikel, skripsi dan makalah-makalah yang dapat diakses secara gratis, penulis akhirnya sampai sejauh ini sedikit memahami apa itu frasa.

Selain itu, membahas dan membahasakan mengenai frasa terbilang sulit dikarenakan latar belakang penulis yang tidak berasal dari jenjang pendidikan bahasa. Olehnya itu, dapat dibayangkan betapa penulis sangat kewalahan untuk membuat informasi mengenai pengertian frasa, ciri-ciri frasa, jenis-jenis frasa, contoh frasa, dan penggunaan frasa itu sendiri.

Perlu ketelitian dalam membahas mengenai frasa. Penulis juga masih sangat berpegang teguh pada kelayakan dan keakuratan mengenai pembahasan frasa atau artikel-artikel lainnya yang penulis tuliskan di artikelsiana.com. Sehingga mau tidak mau, penulis harus bisa membuat informasi ini dengan berbagai keterbatasan.

Namun, dengan usaha dan tekat untuk iktikad yang baik, penulis akhirnya mampu menyusun informasi mengenai frasa. Semoga informasi dibawah ini dapat membantu teman-teman dalam memahami mengenai frasa. Adapun kekurangan dalam informasi ini penulis memohon maaf dan semoga teman-teman dapat mengerti sebagaimana informasi atau penjelasan penulis yang dijelaskan diawal. Adapun informasi tersebut sebagai yang ada dibawah ini. Mari kita simak.

Pengertian Frasa: Apa Itu Frasa?

Frasa merupakan unsur terkecil dari sintaksis. Pengertian frasa adalah satuan linguistik secara potensional sebagai gabungan dua kata atau lebih yang tidak memiliki ciri klausa. 

Pengertian Frasa Menurut Para Ahli

Selain pengertian frasa diatas, juga terdapat beberapa pendapat yang disampaikan oleh para ahli. Adapun pengertian frasa menurut para ahli adalah sebagai berikut.. 

1. Pengertian Frasa Menurut Ramlan
Menurut Ramlan (Bagus, 2008:2) bahwa pengertian frasa adalah satuan gramatikal yang terdiri dari dua kata ataupun lebih yang tidak melampui dari suatu batas fungsi yang terdapat dalam unsur klausa. 

2.Pengertian Frasa Menurut Putrayasa 
Menurut Putrayasa (Bagus, 2008:3) bahwa pengertian frasa adalah kelompok kata yang memiliki kedudukan sebagai sautu fungsi dalam kalimat yang tidak semua dari frase itu terdiri dari kelompok kata. 

3.Pengertian Frasa Menurut Tarmini
Menurut Tarmini (11:2012) bahwa pengertian frasa adalah suatu konstruksi yang terdiri dari dua konstituen atau lebih yang mampu mengisi fungsi sintaksis tertentu yang terdapat dalam kalimat akan tetapi tidak melampui dari batas-batas fungsi klausa atau yang dapat dikatakan sebagai frasa itu nonpredikatif.

4. Pengertian Frasa Menurut Lyons
Menurut Lyons (dalam Soetikno, 1995:168) bahwa pengertian frasa adalah satu kelompok kata yang secara gramatikal sepadan dengan satu kata dan tidak memiliki subjek dan predikat sendiri.

5.Pengertian Frasa Menurut Richard 
Menurut Richard bahwa pengertian Frasa adalah A phrase does not contain a finite verb and does not have a subject-predicate structure.

6. Pengertian Frasa Menurut Redford
Pengertian Frasa Menurut Redford (1999:290) bahwa pengertian frasa adalah As a sequence of two or more words is not a clause (because it does not contain a subject and/ord predicate. 

7. Pengertian Frasa Menurut Trask
Pengertian Frasa Menurut Trask (1999:237) bahwa pengertian frasa adalah " A grammatical unit which is smaller than a clause. The tern phares is an ancient one, and it has long been used to denote a grammatical unit which typically (thought not invariably) consist of two or more words, but which does not contain all of the things found in a clause." 

8. Pengertian Frasa Menurut Kridalaksana 

Menurut Kridalaksana bahwa pengertian frasa adalah gabungan dua kata atau lebih yang memiliki sifat tidak predikatif, gabungan itu dapat rapat, dapat renggang. 

Jenis-Jenis Frasa

Frase terbagi atas beberapa macam jenis antara lain sebagai berikut.. 
1. Frase eksosentrik. Pengertian frasa eksosentris adalah kedudukan yang memiliki fungsi tertentu yang dapat digantikan oleh unsurnya. Unsur frasa yang digantikan dalam fungsi tertentu yang disebut sebagai Unsur Pusat (UP). Contohnya sejumlah mahasiswa (s) di teras (P). 

2. Frase endosentris. Pengertian frasa endosentris adalah frasa yang tidak memiliki persamaan distribusi dengan unsurnya. Frasa demikian tidak memiliki unsur pusat. Sehingga, frasa endosentris adalah frasa yang tidak memiliki UP. Adapun contoh frasa endosentris adalah sejumlah mahasiswa di teras. 
  • Frasa Endosentris yang Atributif. Pengertian frasa endosentris yang atributif adalah frasa yang terdiri dari unsur-unsur yang tidak setara. Adapun contoh dari frasa ini adalah pekarangan luas yang didirikan bangunan yang dimiliki oleh Haji Abdulah. 
  • Frasa Endosentris yang Koordinatif. Pengertian frasa ini adalah frasa yang dihubungkan dengan kata. Salah satu contoh frasa endosentris yang koordinatif adalah pintu dan jendelanya sedang dicat. 
  • Frasa Endosentris yang Apositif. Pengertian frasa endosentris yang apositif dimana secara semantik unsur yang satu pada frasa endosentrik apositif memiliki makna yang sama dengan unsur yang lainnya. Unsur demikian dipentingkan merupakan unsur pusat, sedangkan bagi unsur keterangan merupakan aposisi. Salah satu contohnya adalah alfia, putri Pak Bambang, berhasil menjadi pelajar yang teladan. 
3. Frasa Nominal. Pengertian frasa nominal adalah frasa benda yang distribusinya sama dengan kata benda. Unsur pusat frasa benda antara lain kata benda. Adapun contoh frasa nominal adalah Dita menerima hadiah ulang tahun, dita menerima hadiah. Frasa hadiah ulang tahun dalam kalimat distribusinya memiliki kesamaan dengan kata benda hadiah. Olehnya itu, frasa hadiah ulang tahun merupakan termasuk dalam frasa benda atau frasa nominal. 

4. Frasa Verbal. Pengertian frasa verbal adalah frasa yang memiliki distribusi yang sama dengan kata kerja atau yang disebut dengan verbal. Adapun contoh-contoh frasa kerja atau verbal adalah adik sejak tadi akan menulis dengan pensil baru. Frasa akan menulis adalah frasa kerja karena distribusinya sama dengan kata kerja menulis dan unsur pusatnya kata kerja yaitu menulis. 

5. Frasa Adjektival. Frasa adjektival adalah frasa yang induknya terdiri dari kata adjektiva dengan modifikator berkategori apapun atau gabungan dari beberapa kata yang berkelas apapun yang pada keseluruhannya memiliki perilaku sebagai adjektiva. Adjektiva yang merupakan inti frasa yang dapat disebut dengan frasa adjektival. Bentuk dari frasa adjektival demikian berasal dari kata adjektiva yang diberi pewatas. Pewatas yang dihadirkan merupakan pemarkah, misalnya pemarkah aspektualitas dan pemarkah modalitas. 
  • Frasa Adjektival dengan pewatas disebelah kiri. Contohnya tidak bodoh sudah harus tenang, tidak berbahaya kurang manis, dan tidak pintar. 
  • Frasa Adjektival dengan pewatas disebelah kanan. Contohnya sakit lagi, bodoh sekali, dan kaya juga. 
Menurut Tarigan (2009:96) bahwa frase terdiri dua tipe strukturannya antara lain
  • Frase eksosentris 
  • Frase endosentris 
Menurut Tarmini (2012:229) bahwa frase terdiri atas beberapa jenis. Jenis frasa menurut tarmini yang dikategorikan atau diklasifikasikan menjadi enam golongan antara lain: 
  • Frasa nominal atau frasa benda 
  • Frasa verbal atau frasa kerja 
  • Frasa adjektival atau frasa sifat
  • Frasa numeral atau frasa bilangan 
  • Frasa adverbial atau frasa keterangan
  • Frasa preposisional dan frasa depan. 

Ciri-Ciri Frasa

Adapun ciri-ciri frasa adalah sebagai berikut..
  1. Frasa tidak mempunyai predikat
  2. Terdiri atas dua kata atau lebih
  3. Memiliki makna
  4. Maknanya dapat berubah sesuai dari pemakainnya
  5. Kata penyusun frasa masih mampu untuk dipertahankan dalam makna aslinya.
Pengertian Frasa, Ciri, Jenis-Jenis, Contoh & Frasa Menurut Para Ahli
Ilustrasi: Pengertian Frasa, Ciri, Jenis-Jenis, Contoh & Frasa Menurut Para Ahli

Demikianlah informasi mengenai Pengertian Frasa, Jenis, Ciri & Menurut Para Ahli. Sekian dan terima kasih semoga informasi pada kali ini dapat membantu teman-teman, dan dapat bermanfaat bagi kehidupan sektiar kita. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman.

Sunday, November 12, 2017

Pengertian Prestasi, Macam & Prestasi Menurut Para Ahli

Prestasi siapasih yang tidak mau. Tentu kita semua menginginkan untuk mendapatkan prestasi. Bahkan prestasi yang tidak berbentuk seperti diberikan sebuah penghargaan, disanjung atau dipuji oleh orang lain itu juga kita anggap sebagai prestasi.

Terkadang, pada saat kita mendapatkan prestasi, perasaan kita itu serasa berada dilangit dan terbang melayang tinggi sejauh jagat luar angkasa. Namun, disaat usaha atau impian yang kita idam-idamkan itu tidak semstinya atau tidak kita raih, serasa kita terhempas kejurang samudra yang paling dalam. Sungguh menyakitkan dan tidak kita duga.

Terlebih lagi, dengan usaha yang kita jalani, proses yang kita tempuh dan impian yang melangit-langit tersebut tidak terbalas sebagaimana yang kita idam-idamkan untuk mendapatkan prestasi. Tentu arti prestasi oleh sebagian kalangan ada yang menganggapnya penting dan ada yang menganggapnya biasa-biasa saja.

Namun, bagi setiap orang khususnya bagi penulis sendiri seorang yang tidak mampu dengan keterbatasan ekonomi, tentu menjadi kebanggaan tersendiri untuk mendapatkan prestasi. Tak jarang prestasi itulah yang menguatkan kita untuk terus meraih impian. Demi satu tujuan untuk membahagian orang tua, adalah tekad yang utama bagi kita yang memiliki keterbelakang ekonomi.

Selain itu, kita yang memiliki keterbelakang ekonomi juga terkadang mendapatkan prestasi dikarenakan juga karena faktor uang. Namun uang yang kita raih saat juara apapun itu, bukanlah yang utama, namun uang tersebut kita gunakan untuk membiayai sekolah dan biaya hidup kita.

Sehingga biasanya kita yang memiliki keterbelakang ekonomi itu bertekad setinggi mungkin dan giat belajar dalam mendapatkan prestasi. Namun anehnya bagi seorang pelajar yang memiliki ekonomi terbilang cukup atau rendah itu malah malas dan terkadang memiliki semangat belajar untuk meraih prestasi yang terbilang kurang.

Namun disamping itu, prestasi merupakan sebuah kebanggaan yang besar baik dari diri kita maupun bagi orang tua. Siapasih yang tidak bangga saat namanya diumumkan diseluruh sekolah bahwa kita mendapatkan nilai tertinggi diantara seluruh siswa. Tentu semua orang akan merasa demikian.

Tapi, apakah kita telah mengetahui bahwa semua yang kita idam-idamkan itu benar bahwa itu adalah prestasi dan benar bahwa yang kita raih itu adalah prestasi. Coba anda ingat, tidak sedikit siswa yang berprestasi itu apalagi disekolah yang dilakukan dengan cara yang tidak benar atau mencontek apalagi untuk zaman sekarang, sudah zaman sistem copy paste. 

Hal ini sudah banyak dilakukan oleh pelajar ataupun siswa. Selain itu, dengan menggunakan keluarga yang tenar dan mencari perhatian ke guru ataupun penilai yang sungguh berlebihan agar kemampuan dirinya bisa tertutupi bahwa dia tidak mampu. Maka siswa tersebut kemudian dapat berprestasi dengan cara yang tidak benar dengan usaha yang tidak sesuai.

Fakta ini bukanlah lagi menjadi rahasia bagi kita semua bahwa anak-anak yang berprestasi untuk saat ini itu dapat dikatakan hanya dapat dihitung jari dengan proses semestinya. Namun penulis sedikit menginformasikan bagi kalian , kata-kata yang mampu untuk mengubah pandangan teman-teman. Kata-kata itu berbunyi:
 "Tak usah berpikir meraih prestasi, yang terpenting adalah lakukanlah proses dan usaha yang sebesar mungkin, sekalipun tidak mendapatkan prestasi tetaplah yakin tidak ada yang sia-sia didunia ini. " 
Kata-kata ini cukup berpengaruh bagi penulis sampai sekarang. Penulis menyadari bahwa prestasi bukanlah tujuan kita yang utama, namun proses adalah tujuan kita yang semestinya dengan melakukan proses yang benar dan tepat serta cepat makan tentu saja keberkahan Tuhan Yang Maha Kuasa akan hadir.

Prestasi itulah adalah berkah Tuhan. Prestasi yang tertinggi adalah rejeki dari Tuhan. Itulah yang patut kita banggakan dan kita syukuri.

Olehnya itu, penulis menyarankan kepada teman-teman untuk terus giat belajar dan janganlah pikirkan prestasi atau hasil, namun teruslah berproses yang segiat mungkin hingga melampui kemampuan anda. Dan ingatlah cahaya dari Tuhan Yang Maha Kuasa akan selalu hadir.

Pengertian Prestasi

Secara etimologi, pengertian prestasi berasal dari bahasa Belanda yaitu prestatie. Selanjutnya dalam bahasa Indonesia menjadi prestasi yang diartikan sebagai "hasil usaha". Dalam istilah prestasi yakni prestasi belajar (achievement) memiliki definisi berbeda dengan hasil belajar (learning outcome). 

Pengertian prestasi belajar umumnya berkenaan dengan aspek pengetahuan sedangkan dalam hasil belajar terdiri dari aspek pembentukan watak peserta didik. Sedangkan pengertian prestasi secara terminologi adalah hasil yang telah dicapai setelah melakukan berbagai usaha yang sebaik-baiknya. 

Individu yang mempunyai prestasi yang rendah cenderung mempunyai sedikit memori auditori. Walaupun individu tersebut baik di sekolah, ketidakmampuan individu mengingat informasi melalui ceramah, diskusi dan membaca menyebabkan terjadinya prestasi mereka yang rendah khususnya dilingkungan yang terdapat di kelas tradision yang juga didominasi dan siswa yang kebanyakan mendengar dan membaca. 

Pengertian Prestasi Menurut Para Ahli

Pengertian prestasi yang disampaikan menurut para ahli terdiri atas macam-macam dan variasi yang didasari dari faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi tersebut. Hal demikian terjadi, terdapat sudut pandang yang berbeda menurut para ahli sendiri. Namun dari faktor perbedaan itulah yang mempengaruhi dan saling melengkapi pengertian prestasi menurut para ahli. 

1. Pengertian Prestasi Menurut Sumadi Suryabrata 
Menurut Sumadi Suryabrata (2006:297) bahwa pengertian prestasi didefinisikan bahwa prestasi adalah nilai merupakan perumusan terakhir yang dapat diberikan oleh guru mengenai kemajuan atau prestasi belajar siswa selama masa tertentu. 

2. Pengertian Prestasi Menurut Zaenal Arifin 
Menurut Zaenal Arifin (2012:3) bahwa pengertian prestasi adalah hasil dari kemampuan, keterampilan dan sikap seseorang dalam menyelesaikan suatu hal. 

3. Pengertian Prestasi Menurut KBBI 
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:895) bahwa pengertian prestasi adalah hasil yang telah dicapai (dari yang telah dilakukan, dikerjakan dan juga sebagainya). 

4. Pengertian Prestasi Menurut Surya 
Menurut Surya (2004, dalam Galih Ariwaseso, 2011:5) bahwa pengertian prestasi adalah hasil belajar atau perubahan tingkah laku yang menyangkut ilmu pengetahuan, keterampilan, dan sikap setelah proses tertentu, sebagai hasil pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya. 

5. Pengertian Prestasi Menurut Nana Sudjana 
Menurut Nana Sudjana (2000, dalam Muhammad Nurdin (2003:7), bahwa pengertian prestasi adalah suatu keberhasilan yang dicapai oleh seseorang siswa setelah mengikuti program pengajaran dalam kuran waktu tertentu sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. 

6. Pengertian Prestasi Menurut Sukardi 
Menurut Sukardi (1992) dalam bukunya yang memberikan gagasan atau teori yang didalamnya terdapat pengertian prestasi. Adapun pengertian prestasi menurut sukardi adalah hasil dari proses belajar mengajar yang merupakan tingkat penguasaan terhadap materi pelajaran. 

7. Pengertian Prestasi Menurut Simanjuntak 
Menurut Simanjuntak (1990) bahwa pengertian prestasi adalah kapasitas seseorang setelah mengikuti latihan tertentu, dan hasil dari latihan tersebut dapat diketahui dengan memberikan sebuah tes akhir. 

Macam-Macam Prestasi

Sebagaimana dikemukakan diatas bahwa prestasi memiliki macam-macam atau beragam jenis yang membahas mengenai prestasi. Cakupan yang luas dalam membahas prestasi olehnya itu, prestasi dibagi dalam macam-macam jenis yang membantu dalam memahami prestasi disetiap bagian atau medan yang ditempuh atau usaha yang dilakukan. Adapun macam-macam prestasi adalah sebagai berikut
  1. Prestasi Belajar. Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh atas usaha belajar. Contohnya prestasi belajar yang terdapat disekolah, menjadi juara umum setiap tahunnya. 
  2. Prestasi Kerja. Prestasi kerja adalah hasil yang didapatkan dari usaha kerja yang telah dilakukan. Contohnya naik jabatan atas kerja keras yang terjadi selama ini. 
  3. Prestasi Seni. Prestasi seni adalah hasil yang diperoleh dari usaha seni. Contohnya prestasi seorang penyanyi ataupun seniman lainnya yang berupa penghargaan. 
  4. Prestasi Olahraga. Prestasi olahraga adalah hasil yang diperoleh atas usaha dan kerja keras yang terdapat dibidang olahraga. Contoh prestasi olahraga adalah seorang olahragawan yang mendapatkan juara 1 pada perlombaan. 
  5. Prestasi Lingkungan Hidup. Prestasi lingkungan hidup adalah prestasi yang didapatkan melalui usaha penyelamatan lingkungan hidup. Contohnya individu maupun kelompok mendapatkan penghargaan atas usaha yang telah dilakukannya dengan melakukan penyelamatan lingkungan hidup yang berupa penanaman pohon kembali atau reboisasi di hutan. 
Dalam mencapai sebuah hasil usaha yang dilakukan, atau untuk mendapatkan suatu prestasi, tidaklah semudah yang dibayangkan. Terkadang seseorang atau individu untuk mencapai sebuah prestasi diperlukan usaha yang cukup besar bergantung dari kondisi yang terjadi. Kondisi yang terjadi tersebut sering atau kerap diartikan sebagai faktor-faktor yang terjadi dikehidupan sekitar pelajar atau siswa. 

Faktor-faktor demikian yang terkadang mempengaruhi setiap siswa atau pelajar dalam menentukan atau menggapai prestasi. Pengaruh itu juga dalam mendapatkan prestasi bergantung dari intensitas dari faktor-faktor tersebut.

Contohnya bagi siswa yang memiliki latar ekonomi yang rendah serta lingkungan yang kumuh, tentu saja berbeda dengan seorang pelajar atau siswa yang telah terpenuhi yang membantu proses menggapai prestasinya. 

Namun untuk mendapatkan prestasi, terkadang untuk saat ini juga terdapat seorang pelajar atau individu dengan kebercukupan dalam segi ekonomi dan lingkungan yang memadai dan terbilang tinggi tersebut, malah berbanding terbalik dengan prestasi seseorang yang memiliki ekonomi rendah. Hal ini demikian dapat dikatakan sulit ataupun mudah dalam menggapai prestasi. 

Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi bagi setiap pelajar. Olehnya itu, dalam mendapatkan prestasi diperlukan bagi semua pihak untuk memahami berbagai aspek dan latarbelakang dalam mendapatkan prestasi.


Demikianlah informasi mengenai Pengertian Prestasi, Macam & Prestasi Menurut Para Ahli. Semoga teman-teman dapat memahami, dan mengerti mengenai informasi pada kali ini dan dapat menambah pengetahuan kita serta dapat bermanfaat dalam lingkungan sekitar. Sekian dan terima kasih. Terus berprestasi.

Wednesday, November 8, 2017

Pengertian Semantik, Unsur, Jenis, Manfaat & Contohnya

Pengertian Semantik - Secara etimologi, pengertian semantik berasal dari bahasa Yunani yaitu sema yang berupa nomina berarti 'tanda' atau 'lambang' dan samaino (verba) yang memiliki pengertian "menandai' atau "melambangkan'. Sedangkan pengertian semantik secara terminologi adalah  ilmu yang menelaah lambang-lambang atau tanda-tanda yang menyatakan makna, hubungan makna yang satu dengan yang lain, serta hubungan antara kata dengan konsep atau makna dari kata tersebut.

Mempelajari suatu bahasa, kita mengenal empat komponen besar yakni fonologi yang mempelajari mengenai bunyi, sintaksis yang mempelajari mengenai susunan kalimat, morfologi yang mempelajari suatu bentuk dari kata, dan kemudian simantik yang mempelajari suatu makna.

Semantik memegang peranan penting dalam berkomunkasi. Disebabkan bahasa memiliki fungsi dan tujuan untuk digunakan dalam berkomunikasi dalam menyampaikan suatu makna (Sutedi, 2003:111). Seperti seseorang yang menyampaikan suatu ide dan pikiran kepada lawan bicara, lalu lawan bicara mampu untuk memahami apa yang disampaikan.

Istilah semantik pertama kali digunakan oleh seorang yang bernama Michel Breal seorang filolog Perancis ditahun 1883. Kata semantik disepakati dan digunakan dalam bidang lingustik yang mempelajari antara tanda-tanda linguistik dengan hal yang ditandianya. Olehnya itu, semantik diartikan sebaga ilmu mengenai makna atau tentang arti. 

Para ahli bahasa memberikan pengertian semantik sebagai cabang ilmu bahasa memberikan pengertian semantik sebagai cabang ilmu bahasa yang mempelajari suatu relasi antara tanda-tanda linguistik atau tanda lingual dengan hal yang ditandainya (makna). Istilah yang sering digunakan adalah semiologi, semasiologi dan semetik. 

Makna bahasa terdiri atas berbagai macam jenis yang ditempatkan pada konteks penggunaan kalimat. Sehingga dalam memberikan suatu analisis semantik terlebih dahulu disadari bahwa bahasa memiliki sifat unik dan memiliki hubungan erat dengan masalah budaya. 

Pengertian Semantik Menurut Para Ahli

Selain itu, terdapat berbagai jenis-jenis pengertian semantik yang dicetuskan oleh para ahli dalam memberikan arah melalui gagasan, pendapat ataupun berupa teori yang hingga saat ini masih digunakan dalam lingkup akademik sampai sekarang. Adapun pengertian semantik menurut para ahli adalah sebagai berikut.. 

1. Pengertian Semantik Menurut Lyons 
Menurut Lyons (1968:400) bahwa pengertian semantik "the term semantics is of relatively recent origin, being coined in the late nineteenth century froma Greek verb meaning to signify. Maksud dari Lyons bahwa pengertian semantik adalah istilah asal yang relatif baru, yang diciptakan pada akhir abad kesembilan belas dari arti kata kerja Yunani yang diartikan "untuk menandakan". 

2. Pengertian Semantik Menurut Palmer 
Menurut Palmer (1981:1) bahwa pengertian semantik adalah Semantics is the technical term used to refer to the study of meaning, and since meaning is part of language, semantics is a linguistic. Semantik merupakan istilah yang tekni yang merujuk dalam suatu studi tentang makna, dan karena makna merupakan bagian dari bahasa, maka semantik merupakan bagian dari linguistik. 

3. Pengertian Semantik Menurut Kridalaksana
Menurut Kridalaksana (2001:1993) bahwa pengertian semantik adalah bagian dari struktur bahasa yang berhubungan dengan makna uangkapan dan dengan struktur makna suatu wicara. Makna adalah maksud pembicaraan, pengaruh satuan bahasa dalam pemahaman persepsi, serta perilaku manusia atau kelompok. 

4. Pengertian Semantik Menurut Chaer 
Menurut Chaer (1989:60) bahwa pengertian semantik adalah hubungan antara kata dengan konsep atau makna dari kata tersebut, serta benda atau hal yang merujuk oleh makna itu yang berada diluar bahasa. 

5. Pengertian Semantik Menurut Tarigan 
Menurut Tarigan (1985:7) bahwa pengertian semantik adalah menelaah lambang-lambang atau tanda-tanda yang menyatakan makna, hubungan makna yang satu dengan yang lain, dan pengaruhnya terhadap manusia dan juga masyarakat. Jadi dapat dikatakan bahwa semantik senantiasa berhubunga ndengan makna yang digunakan oleh masyarakat penuturnya. 

6. Pengertian Semantik Menurut Hurford dan Heasley
Menurut Hurford dan Heasley bahwa pengertian semantik adalah kata semantik sebenarnya istilah teknis yang mengacu pada studi tentang makna bahasa.

7. Pengertian Semantik Menurut KBBI
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 2005:548) bahwa pengertian semantik adalah arti, makna, maksud pembicara dan penulis, atau pengertian yang diberikan peada suatu bentuk pembahasan.


8. Pengertian Semantim Menurut Chomsky 
Menurut Chomsky (1965) bahwa pengertian semantik adalah salah satu komponen dari tata bahasa, disamping dua komponen lain yaitu sintaksis, dan fenologi, serta makna kalimat sangati ditentukan oleh komponen semantik 

Jenis-Jenis Semantik

Ada beberapa jenis semantik, yang dibedakan sesuai tataran atau bagian dari bahasa penyelidikannya adalah leksikon dari bahasa itu, maka jenis dari semantiknya disebut dengan semantik leksikal. Semantik leksikal ini diselidiki makna yang ada pada leksem-leksem bahasa tersebut. Olehnya itu, makna yang terdapat pada leksem demikian disebut dengan makna leksikal. Leksem merupakan istilah yang lazim digunakan dalam stdu isemantik yang menyebutkan akan satuan bahasa bermakna. 

Istilah leksem ini kurang lebih dapat dipadankan dengan istilah kata yang lazim digunakan dalam studi morfologi dan sistaksis dan yang sering didefinisikan sebagai satuan gramtikal bebas terkecil.

Makna adalah bagian yang tidak terpisahkan dari semantik dan selalu melekatt dari yang kita tuturkan. Menurut Ensiklopedia Britanica (dalam Pateda, 2001:7) bahwa hubungan semantik dengan makna adalah studi tentang hubungan antara satu pembeda linguistik dengna proses mental ataupun simbol dalam aktivitas bicara.

Semantik merupakan suatu salah satu sub dsiplin linguistik yang membahasa mengenai makna yang terdapat dalam suatu proses pemaknaan bai kdari pihak si pembicara maupun juga si pendengar dalam suatu pembicaraan.

Peran suatu makna, terdapat beberapa para ahli atau pakar linguistik yang telah menjabarkan jenis-jenis semantik atau makna yang sesuai dengan pandangannya masing-masing. Hal ini diungkapkan oleh Leech (dalam Chaer, 1994:290) yang memberikan 7 jenis-jenis atau macam-macma tipe semantik.

1. Semantik Konseptual 
Pengertian semantik konseptual adalah makna denotatif atau makna kognitif yang merupakan faktor sentral dalam komunikasi bahasa. Demikian disebabkan adanya makna konseptual yang memiliki susunan yang amat kompleks dan rumit

2. Semantik Gramatikal
Semantik gramatikal atau makna gramatikal seperti afiksasi, reduplikasi, komposisi, atau kalmatisasi. Contohnya semantik gramatikal atau makna gramatikal adalah prosesa fiksasi prefiks "ber-" dengan "baju: melahirkan makna gramatikal "mengenakan baju".

3. Semantik Referensial 
Pengertian makna referensial adalah makna pada leksem yang didasarkan pada referensi atau acuannya. Kata yang memiliki makna referensial mempunyai acuan dikehidupan sekitar. Contoh makna referensial adalah pada kata ayam, merah dan sebagainya.

4. Makna Non Referensial 
Pengertian makna non referensial adalah makna yang tidak memiliki acuan atau referensi. Contoh kata dan karena, supaya, adalah tidak termasuk kedalam kata-kata yang memiliki makna referensial karena tidak memiliki referensi.

5. Makna Sempit 
Pengertian makna sempit (narrowed meaning) adalah makna yang lebih sempit dari keseluruhan ujaran. Makna luas dapat menyempit atau suatu kata yang asalnya mmepunyai makna luas (generik) dapat mempunyai makna sempit (spesifik) karena dibatasi.

6. Makna Luas
Pengertian makna luas (widened meaning atau extended meaning) adalah makna yang terkandung pada sebuah kata yang lebih luas dari diperkirakan. Dengan pengertian yang hampir sama, penjelasan mengenai makna luas adalah makna ujaran yang lebih luar dari pada makna pusatnya. Contohnya makna luas adalah makna sekolah pada kalimat "Ia bersekolah lagi di Seskoal" yang lebih luas dari makna "gedung tempat belajar" .

7.  Makna Kata 
Pengertian makna kata adalah makna yang lebih jelas yang dimiliki oleh suatu kata jika kata demikian sudah berada didalam konteks kalimatna atau konteks situasinya.

8. Semantik Denotatif 
Pengertian makna denotatif adalah makna asli, makna asal, atau makna yang sebenarnya mempunyai sebuah leksem. Jadi pengertian sebenarnya dari makna denotatif ini sama dengan makna leksikal.

9. Makna Konotatif 
Pengertian makna konotatif adalah makna lain yang ditambahkan pada makna denotatif yang terdapat pada sebuah leksem.

10. Semantik Istilah 
Pengertian makna istilah adalah makna yang pasti, yang jelas, yang tidak meragukan meskipun tanpa konteks kalimat. Oleh karena itu, sering dikatakan bahwa istilah itu bebas konteks, sedangkan kata tidak bebas konteks. Namun yang perlu diingat bahwa sebuah istilah hanya dapat digunakan pada bidang-bidang keilmuan atau kegiatan tertentu.

11. Semantik Asosiatif 
Pengertian semantik asosiatif adalah makna yang mempunyai sebuah leksem atau kata yang berkaitan dengan adanya hubungan kata itu dengan sesuatu yang terdapat diluar bahasa. Contoh makna asosiatif adalah kata merah berasosiasi dengan keberanian, kata "hitam" berasosiasi dengan kejahatan.

12. Makna Idiomatikal 
Pengertian makna idiom adalah satuan ujaran yang memiliki makna tidak dapat "diramalkan" dari unsur-unsurnya, baik itu secara leksikal maupun juga secara gramatikal.

13. Semantik Peribahasa 
Pengertian makna peribahasa adalah makna yang masih bisa ditelusuri atau dilacak dari makna unsur-unsurnya karena terdapat "asosiasi" antara makna asli dengan makna peribahasa.

14. Makna Kias 
Pengertian makna kias adalah sebagai oposisi dari arti sebenarnya. Semua bentuk bahasa (baik kata, frase, ataupun kalimat) yang tidak merujuk pada arti sebenarnya (arti leksikal, arti konseptual, atau arti denotatif) yang disebut memiliki arti kiasan. Contoh makna kias adalah kata puteri malam yang bermakna bulan dan raja siang yang memiliki makna matahari.

Unsur-Unsur Semantik 

Adapun unsur-unsur semantik adalah sebagai berikut.. 

1. Tanda dan Lambang (Simbol) 
Tanda dan lambang (simbol) merupakan dua unsur yang terdapat dalam bahasa. Tanda dikembangkan menjadi sebuah teori yang dinamakan dengan semiotik. Semiotik memiliki tiga aspek yang berkaitan dengan ilmu bahasa, yakni aspek sintaksis, aspek pragmatik, aspek semantik. 

2. Makna Leksikal dan Hubungan Referensial 
Unsur leksikal adalah unit terkecil dalam suatu sistem makna ilmu bahasa yang dimana keberadaannya dibedakan unit terkecil lainnya. Makna leksikal berupa categorematial dan syncategorematical yang dimana semua kata dan impeksi, kelompok ilmiah dengan makna struktural yang harus didefinisikan dalam satuan konstruksi. Sedangkan dalam hubungan referensial adalah hubungan yang terdapat antara sebuah kata dan dunia yang berada di luar bahasa yang diacu oleh pembicaraan.

3. Penamaan 
Istilah penaman yang diartikan oleh Kridalaksanan bahwa proses pencarian lambang bahasa yang berfungsi untuk menggambarkan objek, konsep, proses dan sebagainya. Selain itu, penamaan digunakan untuk perbendaharaan yang ada antara lain dengan perubahan makna yang mungkin atau dengan penciptaan kata atau kelompok kata. 

Manfaat Mempelajari Semantik 

Manfaat yang dapat kita petik dari studi semantik beragantung dari bidang yang pada bidang yang kita geluti dalam tuas kita sehari-hari. Bagi seorang wartawan, seorang reporter, ataupun orang yang berkecimpung dalam dunia persuratkabaran dan pemberitaa, mereka seringkali akan memperoleh suatu manfaat praktis dari pengetahuan mengetahui semantik.

Pengetahuan semantik akan memudahkannya dalam memilih dan juga menggunakan katta dengan makna yangtepat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat umum, tanpa adanya pengetahuan akan konsep polisemi, homonimi, denotasi, konotasi dan nuansa-nuansa yang bermakna tentu akan sulit bagi mereka untuk mampu menyampaikan informasi yang secara tepat dan juga benar. Sehingga dalam hal ini terbagi manfaat semantik secara dua yaitu manfaat teoritis dan juga manfaat praktis.

Manfaat teoritis karena dia sebagai guru bahasa harus juga mempelajari dengan sungguh-sungguh akan bahasa yang diajarkannya. Teori semantik mencoba menolongnya dengan mampu memahami dengan lebih baik konsep-konsep yang diajarkannya. Sedangkan manfaat praktis dalam smenatik adalah berupa kemudahan bagi dirinya dalam mengajarkan bahasa kepada murid-muridnya.

Pengertian Semantik - Secara etimologi, pengertian semantik berasal dari bahasa Yunani yaitu sema yang berupa nomina berarti 'tanda' atau 'lambang' dan samaino (verba) yang memiliki pengertian "menandai' atau "melambangkan'. Sedangkan pengertian semantik secara terminologi adalah  ilmu yang menelaah lambang-lambang atau tanda-tanda yang menyatakan makna, hubungan makna yang satu dengan yang lain, serta hubungan antara kata dengan konsep atau makna dari kata tersebut.  Mempelajari suatu bahasa, kita mengenal empat komponen besar yakni fonologi yang mempelajari mengenai bunyi, sintaksis yang mempelajari mengenai susunan kalimat, morfologi yang mempelajari suatu bentuk dari kata, dan kemudian simantik yang mempelajari suatu makna.  Semantik memegang peranan penting dalam berkomunkasi. Disebabkan bahasa memiliki fungsi dan tujuan untuk digunakan dalam berkomunikasi dalam menyampaikan suatu makna (Sutedi, 2003:111). Seperti seseorang yang menyampaikan suatu ide dan pikiran kepada lawan bicara, lalu lawan bicara mampu untuk memahami apa yang disampaikan.  Istilah semantik pertama kali digunakan oleh seorang yang bernama Michel Breal seorang filolog Perancis ditahun 1883. Kata semantik disepakati dan digunakan dalam bidang lingustik yang mempelajari antara tanda-tanda linguistik dengan hal yang ditandianya. Olehnya itu, semantik diartikan sebaga ilmu mengenai makna atau tentang arti.   Para ahli bahasa memberikan pengertian semantik sebagai cabang ilmu bahasa memberikan pengertian semantik sebagai cabang ilmu bahasa yang mempelajari suatu relasi antara tanda-tanda linguistik atau tanda lingual dengan hal yang ditandainya (makna). Istilah yang sering digunakan adalah semiologi, semasiologi dan semetik.   Makna bahasa terdiri atas berbagai macam jenis yang ditempatkan pada konteks penggunaan kalimat. Sehingga dalam memberikan suatu analisis semantik terlebih dahulu disadari bahwa bahasa memiliki sifat unik dan memiliki hubungan erat dengan masalah budaya.
Ilustrasi: Pengertian Semantik, Unsur, Jenis, Manfaat & Contohnya

Demikianlah informasi mengenai Pengertian Semantik, Unsur, Jenis, Manfaat & Contohnya. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 

Sunday, October 15, 2017

Pengertian Amanat, Macam-Macam, Ciri, & Contoh Amanat

Pengertian Amanat, Apa itu?

Secara umum, Pengertian amanat adalah sesuatu yang hendak disampaikan penyair kepada pembaca melalui sesuatu puisi, atau dllnya. Amanat yang disampaikan oleh penyair  dapat ditelaah oleh si pembaca ketika telah memahami maksud dari tema puisi tersebut.

Amanat merupakan sesuatu hal yang mendorong penyair dalam menciptakan puisi. Amanat tersirat di balik kata-kata yang telah terususn dan juga terletak di balik tema yang diungkapkan.

Tema berbeda dengan amanat, teman berhubungan dengna arti karya sastra, sedangkan arti amanat berhubungan dengan makna suatu karya sastra (meaning and significance). Artinya karya sastra tersebut bersifat lugas, obyektif dan juga khusus, sedangkan untuk mkana berhubungan dengan orang perorangan, konsep seseorang dan juga situasi dimana penyair mengimajinasikan karyanya.

Pesan untuk melakukan sesuatu hal yang baik dalam suatu karya sastra disebut denan moral, moral tersebutlah yang dikatakan sebagai suatu amanat yang memiliki kandungan nilai-nilai mengenai suatu ajaran moral yang lebih didominankan melalui pelukisan watak tokoh yang bersifat penjelasan dan mengandung seruan, saran, nasihat, anjuran dan larangan. 

Ciri-Ciri Amanat

Pesan atau amanat, yakni maksud yang terkandung dalam suatu cerita. Amanat sangat erat hubungannya dengan tema. Bentuk penyampaian amanat yang bersifat langsung, boleh dikatakan, idintik dengan cara pelukisan watak tokoh yang bersifat uraian atau penjelas.

Jika dalam teknik uraian pengarang secara langsun mengdeskripsikan cerita yang bersifat � memberi tahu� atau menmudahkan pembaca untuk memahaminnya, hal yang demikian juga terjadi dalam penyampaian amanat. 

Artinya, amanat yang ingin disampaikan, atau di ajarkan, kepada pembaca itu dilakukan secara langsung dan eksplinsit. Pengarang, dalam hal ini, tampat bersifat menguraikan  pembaca secara lansung memberikan nasihat-nasihat dan petuahnya.

Jika di bandingkan dengan bentuk sebelumnya, bentuk penyampaian amanat disini bersifat tidak langsung, pesan itu hanya tersirat dalam cerita, berpadu secara koherensif dengan unsur-unsur cerita yang lain. Walau betul pengarang ingin menawarkan dan menyampaikan sesuatu, ia tidak melakukannya secara seratmerata dan vulgar karena ia sadar telah memilih jalur cerita.

Dilihat dari kebutuhan pengarang yang ingin menyampaikan amanat dan pandangannya itu, cara ini mungkin kurang komunikatif. Artinya, pembaca belum tentu dapat menangkap apa sesungguhnya yang dimaksudkan pengarang,paling tidak terjadinya kesalahan tafsir perpeluang besar. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif.

Metode kualitatif adalah metode yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah, (Sebagai lawannya adalah eksperimen) dimana peneliti adalah berbagai instrument kunci, pengambilan sampel sumber ve dan snowbaal, teknik teknik pengumpulan dengan trianggulasi (gabungan), analisis dan bersifat induktif/kualitatif, dan hasil penelitian lebih menekankan makna dari pada generalisasi (Sugiyono,1999:15).

Pengertian Amanat Menurut Para Ahli

Selain dari pada itu, terdapat beberapa definisi para ahli mengenai pengertian amanat. Adapun pengertian amanat menurut para ahli ada sebagai berikut

1. Pengertian Amanat Menurut Sadikin (2010)
Pengertian amanat itu sendiri adalah Amanat adalah pemecahan yang diberikan oleh pengarang bagi persoalan di dalam karya sastra. Sadikin menambahkan amanat biasa disebut makna. Makna yang diniatkan oleh pengarang disebut makna niatan, sementara makna muatan adalah makna yang termuat dalam karya sastra tersebut.

2. Pengertian Amanat Menurut Siswanti (2008:161-162)
Dari sudut sastrawan, nilai ini biasa disebut amanat. Amanat adalah gagasan yang mendasarikarya sastra, pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca dan pendengar, di dalam karya sastra moderen, amanat ini biasanya tersirat di dalam karya sastra lama pada umumnya amanat tersurat.

3. Pengertian Amanat Menurut Kosasih (2006)
Amanat ialah pesan yang disampaikan pengarang terhadap pembaca melalui tulisan-tulisannya, agar pembaca bisa menarik kesimpulan dari apa yang telah pembaca nikmat. 

4. Pengertian Amanat Menurut Rusiana (1982:74)
Amanat adalah ajaran moral atau pesan yang ingin disampaikan pengarang pada pembaca. Akhir permasalahan ataupun jalan keluar permasalahan yang timbul dalam sebuah cerita bisa disebut amanat. Rusiana mengemukakan pendapatnya tentang amanat, sebagai renungan yang sisajikan kembali oleh pembaca (1982:74).

Macam-Macam Amanat

Dalam sebuah karya tulisan yang dibuat, amanat atau pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang tersebut pada dasarnya tidak selalu jelas (tersurat), akan tetapi juga bisa bersifat tersembunyi (tersirat).

Untuk itu, dalam hal ini ada 2 macam amanat yang perlu kita ketahui yaitu amanat tersurat dan amanat tersirat. Atau dalam istilah lain, terdapat bentuk penyampaian langsung atau secara eksplisit. Bentuk amanat penyampaian langsung adalah amanat yang ingin disampaikan, atau di ajarkan kepada pembaca itu dilakukan secara langsung dan  ekplisit (Nugriantoro,dkk,2010).Selain itu terdapat bentuk penyampaian amanat secara tidak langsung atau secara implisit.

Contoh Amanat

Novel Habibie dan Ainun mempunyai Tema Mayor yakni mengenai "kekuatan cinta". Hal ini lebih menekankan kepada cinta kasih dan juga romantisme antara Habibie dan juga Ainun. Cinta pertama dan juga terakhir Habibie tersebut dalam bukunya "Habibie dan Ainun". Selain itu dalam tema mayor, dalam novel Habibie dan Ainun  tersembut ditemukan suatu tema minor.
�Dalam bahasa ingris saya sampaikan : �bismillahirrahmanirrahim! Atas nama isteri, keluarga dan semua para pakar Diragantara di manapun anda berada, yang masih hidup atau tiada lagi, saya menyatakan terimakasih mewakili anda semua menerima penghargaan, untuk jasa merelisasikan cita-cita pendiri dan para anggota ICAO. Ini membuktikan bahwa penguasaan dan pengadilan ilmu pengetahuan dan teknologi bukan hak prerogative orang kaya atau masyarakat maju, tetapi adalah hak prerogative umat manusia di manapun ia berada. Selamat berkarya�(Bachruddin Jusuf Habibie, 2010:179). 
Amanat: 
         Pengarang menyampaikan amanatnya bahwa ia berterimakasih kepada anggota ICAO,dan sesuatu keberhasilan yang kita miliki itu bukan semata-mata hanya untuk kita pribadi melainkan untuk umat manusia lainya yang membutuhkan pengetahuan yang kita miliki untuk mencapai suatu keberhasilan. Dan pengarang member motivasi dengan mengucapkan �selamat berkarya�. �Enahlah , yang jelas kita selalu berpacaran ; malam-malam hari didalam becak dengan jok tertutup walaupun tidak hujan. Kami pacaran di bandung. Kami pacaran di Jakarta ; cuti saya tidak berlangsung selamanya .Ia rajin datang ;setiap hari saya pulang kantor selalu sudah menunggu di rumh . Rumahnya sendiri  cukup dekat di jalan mandut tempat tinggal kakaknya yang menikah dengan Subono Mantofi.

Semuanya berlangsung denagn cepat. Ia datang bulan januari atau februari. Kami menikah bulan mei. Bulan juni kami mengurus cuti saya di luar tanggungan Negara mengikuti suami ke jerman . Ke Dekan falkultas kedokteran. Ke Rektor Universitas Indonesia yang waktu itu di jabat Pak Syarif Thayeb. Ke Pak Sudjono Djuned Pusponegoro yang waktu itu menteri Riset Nasionl. Ke Pak Toyib Hadiwidjaja selaku menteri PTIP . Mata rantai ini harus semuanya di lalui. Akhirnya dengan Bekal masing-masing satu koper, Berangkatlah kami bredua ke Achen(Bachruddin jusuf Habibie,2010:10).

Kutipan amanat tidak langsung di atas adalah bahwa cinta itu butuh perjungan dan pengorbanan dan ketika cinta itu timbul dari masing-masing hati maka seharusnya tidak harus lama untuk mendekatkan, memahami sikap pasangan tersebut karena sebaiknya menikahlah lebih tepat untuk menyatukan cinta yang suci tersebut . Dan setelah menikah maka seorang istri wajib mengikuti suami kemanapun dia pergi karena suami itu adalah pemimpin kita dalam hal berumah tangga, sehingga menjadi keluarga yang sakinah,mawddah warrohma.
Pengertian Amanat, Macam-Macam, Ciri, & Contoh Amanat - Artikelsiana.com
Ilustrasi: Pengertian Amanat, Macam-Macam, Ciri, & Contoh Amanat - Artikelsiana.com
Demikianlah informasi mengenai Pengertian Amanat, Macam-Macam, Ciri, & Contoh Amanat dimana semoga informasi ini dapat menambah pengetahuan kita dan memiliki manfaat yang besar dalam mengaplikasikan di kehidupan sekitar kita dalam memahami suatu pesan atau amanat-amanat baik yang tersurat maupun ter

Saturday, July 29, 2017

Novel: Pengertian Novel, Unsur-Unsur & Novel Menurut Para Ahli

Novel - Pernahkah teman-teman membaca novel? Tentu beberapa diantara kita ada yang pernah membaca novel dan ada juga yang sampai saat ini menjadikan novel sebagai makanan sehari-harinya. Maksudnya, setiap hari novel mengisi keseharian kita.

Penulis sendiri, juga suka membaca novel. Namun, novel yang memiliki jalan cerita menarik yang mengandung berbagai sisi kehidupan yang sesuai dengan kehidupan, dan mengedukasi atau memiliki genre filsafat atau ilmu sosial.

Terkadang penulis juga menyukai novel yang memiliki isi romantis, dan tetap mengandung edukasi, apalagi jalan cerita yang tidak membosangkan. Tentu, jalan cerita novel penulis dan teman-teman tentu ada yang memiliki kesamaan dan perbedaan.

Baca Juga:

Pengertian Biografi, Ciri-Ciri Biografi, & Struktur Biografi
Kumpulan Contoh Surat Lamaran Kerja Terbaru
Pengertian, Ciri-Ciri dan Fungsi Sastra
Pengertian dan Unsur-Unsur Intrinsik Novel

Lepas dari hal tersebut, pada saat saya ingin membuat informasi ini, mengenai pengertian novel dan pengertian novel menurut para ahli. Beberapa buku yang penulis koleksi beberapa diantaranya pada saat sebelum menulis informasi ini, penulis mengira itu semua adalah novel. Namun setelah mempelajari dan menuliskan informasi ini, ternyata tidak semua buku tersebut adalah novel. Alhasil, dari informasi penulis tuliskan ternyata juga membawa manfaat kepada penulis.

Semoga saja informasi ini juga bermanfaat kepada teman-teman, walaupun penulis masih mempelajari pengertian atau apa itu novel yang notabene masih dalam hal dasar, namun informasi ini ternyata telah membuka pikiran penulis. Olehnya itu, penulis juga menginformasikan pengertian novel atau definisi novel, unsur-unsur intrinsik, dan unsur ekstrinsik dan pengertian novel menurut para ahli dibawah ini..

Pengertian Novel: Apa itu Novel?

Novel berasal dari bahasa Novella, yang dalam bahasa jerman disebut dengan novelle dan novel dalam bahasa Inggris, dan inilah yang menjadi masuk ke Indonesia. Secara harfiah novel didefinisikan sebagai sebuah barang baru yang kecil, yang kemudian diartikan sebagai cerita pendek yang memiliki bentuk bersifat prosa. 

Novel adalah karangan yang panjang dan memiliki bentuk prosa dan memiliki kandungan rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang lain di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan memiliki sifat setiap pelaku. Novel adalah bentuk karya sastra yang didalamnya terdapat sebuah nilai-nilai budaya, sosial, moral dan juga pendidikan. 

Novel merupakan media penuangan pikiran, perasaan dan gagasan penulis dengan merespon kehidupan di sekitarnya ketika terdapat permasalahan baru, nurani penulis novel akan terpanggil untuk segera dalam menciptakan sebuah cerita. 

Sebagai bentuk dari karya sastra tengah (bukan cerpen atau roman) novel merupakan sangat ideal dalam mengangkat peristiwa penting di kehidupan manusia dalam suatu kondisi kritis yang menentukan. 

Novel sebagai gambaran perpecahan yang tidak terjembatani dengan suatu komunitas yang merupakan kisah-kisah berkecamuknya pikiran-pikiran. Pandangan orang-orang yang jujur sehingga novel disebut sebagai karya sastra yang baik bukanlah tulisan atau karya yang kaya dengan tindakan jasmani yang menakjubkan, namun dengan terlibatnya sekian banyak pikiran yang sebenarnya tanpa dengan tambahan apapun kehidupan ini menarik selama dapat ditemukan orang-orang jujur dan bernilai dan terus terang setiap dari karya sastra yang baik pada dasarnya adalah kisah yang memiliki kecamuk pikiran dan pandangan setiap orang yang tidak malu untuk mengakui sikap mereka yang sebenarnya.

Perkembangan novel yang diketahui sebagai salah satu jenis karya fiksi, namun dianggap bersinonim dengan fiksi sehingga pengertian fiksi juga berlaku ke dalam novel. Novel merupakan bagian dari genre prosa fiksi. 

Berkaitan dengan pengertian novel sebagai karya sastra yang memiliki bentuk prosa fiksi. Novel masuk ke dalam fiksi (fiction) di sebabkan novel merupakan hasil dari khayalan atau sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Selain dari pada itu novel juga roman dan cerita pendek. 

Pengertian Novel Menurut Para Ahli 

1, Burhan Nurgiyanto
Nurgiyanto mengatakan bahwa istilah dari novella atau novelle memiliki pengertian atau definisi yang sama dengan istilah Indonesia novellet (inggris) yang diartikan sebagai sebuah karya prosa fiksi yang panjangnya cakupan, tidak terlalu panjang dan juga tidak terlalu pendek. 

2. Abrams
Menurut Abrams berpendapat bahwa sebutan novel dalam bahasa Inggris yang kemudian masuk ke Indonesia berasal dari Bahasa Italia novella. Secara harfiah novella memiliki pengertian sebagai sebuah barang baru yang kecil dan kemudian didefinisikan sebagai cerita pendek atau short story dalam bentuk prosa. 

Menurut Abrams Novel dalam sebutan bahasa inggris, berasal dari Italia Novella yang dalam bahasa jerman novelle. Secara harfiah novella berarti barang baru yang kecil, dan diartikan sebagai cerita pendek dalam bentuk prosa, novel adalah ceritap nedek yang diperpanjang, dan yang setengah panjang disebut dengan roman. 

3. Robert Lindell
Menurut Robert Lindell bahwa karya sastra yang berupa novel, awalnya lahir di Inggris dengan judul Pamella yang diterbitkan di tahun 1740. Mulanya novel Pamella  merupakan terdiri dari catatan harian seorang pembantu rumah tanggu lalu berkembang dan kemudian menjadi bentuk prosa fiksi yang seperti kita ketahui saat ini. 

4. Kenny, William
Menurut Kenney, William bahwa novel adalah 
Whre the short story compresses, the novel expand. For the intensity of the short story, the novel subtitutes complexity... Time and the novel the novel is decidedly not meant to be read at a single sitting. Because of is length, the novel is particularly suited, as the short story is not, to deal with the effect an character of the passage of time. 

5. Jassin
Menurut Jassin bahwa novel sebagai suatu cerita yang bermain dalam dunia manusia dan benda yang di sekitar kita, tidak mendalam, kemudian lebih banyak melukiskan satu saat dari kehidupan seseorang dan lebih mengenai sesuatu episode. 

6. Atar Semi
Menurut Semi, Atar bahwa pengertian novel adalah mengungkapkan suatu konsentrasi kehidupan pada suatu saat tegang dan pemusatan kehidupan yang tegas. Novel merupakan karya fiksi yang menampilkan aspek kemanusiaan yang lebih mendalam dan disajikan dengan halus. 

7. Goldmann
Menurut Goldmann mendefinisikan novel bahwa pengertian novel adalah cerita mengenai pencarian terdegradasi akan nilai-nilai otentik di dalam dunia yang juga terdegradasi, pencarian itu dilakukan oleh seorang hero yang problematik. 

Ciri tematik tampak pada istilah nilai-nilai otentik yang menurut Goldmann adalah totalitas yang secara tersirat muncul ke dalam novel, nilai-nilai tersebut yang mengorganisasikan sesuai dengan mode dunia sebagai totalitas. Atas dasar pengertian atau definisi novel tersebut, Goldmann mengelompokkan novel yakni novel psikologis (romantisme keputusasaan), dan novel pendidikan (paedagogis). 

8. Sayuti 
Pendapat demikian juga di definisikan oleh Sayuni, bahwa pengertian novel menurut sayuti adalah kategori dalam karya fiksi yang bersifat formal dan sebuah fiksi apapun bentuknya diciptakan dengan tujuan tertentu. 

9. Sudjiman
Menurut Sudjiman, pengertian novel adalah prosa rekaan yang panjang dengan menyuguhkan tokoh-tokoh dan menampilkan serangkaian peristiwa dan latar secara tersusun.

10. Khasanah
Menurut khasanah kesusastraan Indonesia modern, novel adalah karya yang lebih sederhana dalam penyajian alur cerita dan tokoh cerita yang ditampilkan dalam cerita tidak terlalu banyak..

Unsur Intrinsik Novel 
  1. Tema merupakan ide pokok yang menjalin isi cerita atau disebut dengna dasar cerita. Teman ini menyangkut dendam, kehidupan kerohanian, cinta kasih, persahabatan, keadilan dan lain sebagainya. 
  2. Alur merupakan urtan kedian yang sesuai dengan jalannya cerita. 
  3. Latar dan Setting merupakan hubungan waktu, tempat dan lingkungan sekitar yang didasari dari suatu cerita. 
  4. Penokohan merupakan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan ke dalam sebuah cerita
  5. Sudut pandang merupakan posisi pengaraman dalam menceritakan suatu peristiwa. 
  6. Amanat merupakan sesuatu yang berisi nasihat yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca. 
Unsur Ekstrinsik Novel 
Pengertia Novel, Unsur-Unsur Novel dan Novel Menurut Para Ahli- Unsur Intrinsik Novel dan Unsur Ekstrinsik Novel

Unsur ekstrinsik dapat berupa sikap, keyakinan, dan pandangan hidup pengarang yang ingin memengaruhi karya yang ditulisnya.

Baca Juga: 

Pengertian Paragraf, Ciri, Fungsi, & Jenis-Jenisnya
Pengertian Puisi, Ciri, Jenis-Jenisnya, Unsur & Struktur Puisi
Pengertian Pantun, Ciri Pantun, & Macam-Macam Pantun
Pengertian Diskusi, Unsur & Macam-Macam Diskusi

Demikianlah informasi Pengertian Novel, Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Novel serta Novel Menurut Para Ahli. Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan kita. Sekian dan terima kasih. Salam Berbagi Teman-Teman. 

Referensi:


Burhan Nurgiyantoro, Teori Pengkajian Fiksi . Yogyakarta: Gadjah Mada University Press, 2010), h. 9 
Suroto, Teori dan Bimbingan Apresiasi Sastra INDONESIA untuk SMTA (Jakarta: Erlangga, 1989), h. 19. 
Fatimah, Nurul. 2015. Nilai-Nilai Religius Dalam Novel "Bulan Terbelah Di Langit Amerika" Karya Hanum Sasabiela Rais Dan Rangga Almahendra (Kajian Intertekstual). NOSI Volume 2, No. 9.  
Andriyani, Moh. 2014. Kupas Tuntas Secara Jelas Sampai Akar-Akarnya Bahasa Indonesia SMA Kelas 1, 2 dan 3. Jakarta: Pustaka Nusantara Indonesia. Hlm: 39.  
Wicaksono, Andri. 2014. Pengkajian Prosa Fiksi. Yogyakarta: Garudhawaca 74-77. 

Sunday, September 28, 2014

Unsur-Unsur Drama.

unsur-unsur drama |secara umum, sebuah teks drama meliputi unsur-unsur seperti alur, penokohan, latar, bahasa, perlengkapan. drama adalah sebuah cerita yang kita pentaskan atau yang kita tampilkan dengan karakter yang sama di cerita tersebut, unsur-unsur drama digunakan untuk membantu kita mengetahui secara jelas tentang hal-hal apa saja yang ada pada cerita itu dengan menentukan unsur-unsur drama itu. kita mampu mengetahui secara mudah, dan dapat memudahkan kita mengetahui alur, penokohan, latar, bahasa, dan perlengkapan, dan ini juga membantu kita dalam membuat sebuah drama sehingga kita tidak perlu mengusai secara penuh cerita tersebut, tetapi dengan menggunakan unsur-unsur drama kita dapat memisah dialog kita dalam cerita tersebut dengan menguasai sendiri dialog kita sehingga lebih memudahkan kita menyusahkan kita dalam mementaskan drama tersebut. Untuk mengetahui penjelasan alur, penokohan,latar, bahasa, dan perlengkapan mari kita lihat penjelasannya dibawah ini yang kami rangkum dalam sebuah teman yaitu Unsur-Unsur drama. 

Unsur-Unsur drama.
Unsur-Unsur Drama
a. Alur atau plot 
seperti juga bentuk-bentuk sastra lainnya sebuah berita drama harus bergerak dari suatu permulaan, melaluisuatu bagian tengah, menuju baguan akhir. Dalam drama, bagian-bagian alur ini dikenal sebagai eksposisi, komplikasi dan resolusi (denoiement) 

1) Eksposisi suatu cerita menentukan aksi dalam waktu dan tempat; memp erkenalkan para tokoh, menyatakan situasi sesuatu cerita, mengajukan konflik yang akan dikembangkan dalam bagian utama cerita tersebut, dan adakalanya membayangkan resolusi yang akan dibuat dalam cerita itu 
.
2) Komplikasi atau bagian tengah cerita, mengembangkan konflik. Sang pahlawan atau pelaku utama menemukan rintangan-rintangan antara dia dan tujuannya, dia mengalami aneka kesalahpahaman dalam perjuangan untuk menanggulangi rintangan-rintangan ini. 
3) Resolusi atau denouement hendaklah muncul secara logis dan apa-apa yang telah mendahuluinya di dalam komplikasi. Titik batas yang memisahkan komplikasi dan resolusi, biasanya disebut klimaks (turning point). Pada klimaks itulah terjadi perubahan penting mengenai nasib sang tokoh. Kepuasan para penonton terhadap suatu cerita tergantung pada sesuai-tidaknya perubahan itu dengan yang mereka harapkan
.
b. Penokohan
Tokoh-tokoh dalam drama diklasifikasikan sebagai berikut.
1) Tokoh gagal atau tokoh badut (the foil). Tokoh mi mempunyai pendirian yang bertentangan dengan tokoh lain. Kehadiran tokoh ini berfungsi untuk mene gaskan tokoh lain itu. 
2) Tokoh idaman (the type character). Tokoh ini berperan sebagai pahlawan dengan karakternyayang gagah, berkeadilan, atau terpuji. 
3) Tokoh statis (the static character). Tokoh ini memiliki peran yang tetap sama, tanpa perubahan, mulai dan awal hingga akhir cerita. 
4) Tokoh yang berkembang. Tokoh ini mengalami perkembangan selama cerita itu berlangsung. Misalnya, tokoh A yang pada awal cerita sangat setia, secara cepat berkembang dan berubah menjadi tidak setia, menjadi orang yang berkhianat pada akhir cerita.

c. Latar
Latar adalah keterangan mengenai ruang dan waktu. Penjelasan latar dalam drama dapat disisipkan pengarang pada pertunjukan. Petunjuk tersebut lazim disebut dengan kramagung. Latar juga dapat dinyatakan melalui percakapan para tokohnya. Dalam pementasannya, latar dapat dinyatakan
dalam tata panggung ataupun tata cahaya.

d. Bahasa
Bahasa tidak hanya media komunikasi antartokoh. Dalam drama, bahasa juga bisa menggambarkan karakter tokoh, latar, ataupun peristiwa yang sedang terjadi.

e. Perlengkapan 
apabila drama itu akan dipentaskan, sejumlah fasilitas diperlukan sebagai pelengkap cerita. Beberapa di antaranya panggung, kostum, prncahayaan, dan sistem akustik.

Sekian Artikel tentang Unsur-Unsur drama. Semoga bermanfaat 

Teknik Membacakan Berita

Teknik Membacakan Berita atau Cara membaca berita |membaca berita yang termasuk ke dalam jenis membaca nyaring. dalam hal ini, seseorang menyuarakan  isi berita untuk bisa didengar orang lain. Agar bertanya itu dapat diapahami secara benar dan jelas, pembaca berita haruslah memerhatikan lafal, intonasi, kejelasan ucapan, tatapan mata, dan sikap tubuh yang benar. 

a. lafal 
    lafal adalah cara seseorang dalam mengucapkan bunyi bahasa. Ketika membacakan berita (berbahasa Indonesia ), kita diharapkan dapat mengucapkan bunyi-bunyi bahasa yang tidak lagi dipengaruhi oleh bahasa daerah. Kehati-hatian dalam melafalkan kata/bunyi bahasa juga harus diperhatikan saat mengucapkan kata-kata asing. Oleh karena itu, sebelum mengucapkannya, pembicara harus membuka-buka kamus untuk mengetahui cara pengucapannya disamping maknanya

b. Intonasi 
       Intonasi adalah naik turunnya lagu kalimat. Perbedaan intonasi menyebabkan perbedaan
makna pada kalimat itu. Jadi, bisa membentuk kalimat berita, kalimat tanya, atau kalimat perintah.
1). Kalimat berita adalah intonasinya menurun pada akhir kalimat.
Contoh : Kita harus belajar sekarang juga 
2). Kalimat tanya, intonasinya menanjak pada akhir kalimat.
Contoh : Kita harus belajar sekarang juga ?. 
3). Kalimat perintah/seru, intonasinya menanjak pada seluruh bagian kalimatnya.
Contoh : Kita harus belajar sekarang juga. 
Intonasi berfungsi untuk mengekspresikan perasaan pembicara. Misalnya intonasi menanjak berguna untuk menunjukkan rasa gembira, sedangkan intonasi menurun mengekspresikan ketenangan.

c. Kejelasan Ucapan 
     Kejelasan ucapan berkaitan degan volume suara dan kecepatan membacakan berita harus menggunakan suara yang nyaring sehingga dapat didengar dengan jelas para pendengarnya. Demikian pula dengan kecepatannya. Jika berita yangdisampaikan terlalu cepat, sulit pula untuk dimaknai. Oleh karena itu, sesuaikanlah kedua aspek tersebut dengan kemampuan para pendengar. Caranya, kita hanya langsung kepada mereka apakah kenyaringan dan kecepatan membaca kita sudah sesuai dengan yang mereka inginkan 

d. Tatapan Mata 
      Tatapan mata merupakan cara lain dalam menjalin komunikasi dengan para pendengar. Cara tersebut juga berguna untuk mengetahui sikap mereka atas informasi yang kita sampaikan : tertarik atau tidak. Pendengar yang tak acuh dapat dikembalikan dengan jalinan tatapan mata. Dengan demikian ia akan terasa diperhatikan sehingga balik memberikan perhatiannya pada uraian kita.
Tatapan mata juga bisa memberikan kesan tertentu bagi para pendengar. 
a. Pembicara yang berani bertatapan mata dengan mereka menandakan bahwa ia memiliki sikap terbuka, sedang berkata jujur, mengusai materi pembicaraan, atau memiliki kepercayaan diri yang tinggi.  
b. Pembicara yang sering menghindar dari tatapan mata dengan para pendengarnya berarti ia sedang menyembunyikan sesuatu (tidak jujur), kurang menguasai materi, ataupun tidak memiliki kepercayaan diri.

e. Sikap Tubuh. 
      Sikap tubuh seeorang pembaca berita berpengaruh terhadap tanggapan para pendengarnya. Sikap tubuh yang kaku dapat menyebabkan pendengar menjadi bosan. Sementara itu, sikap tubuh yang terlalu santai, dapat menimbulkan kesan negatif. 

     Ambillah posisi duduk yang nyaman, yaitu yang cukup tegap, tidak membungkuk, dan tidak pula terlalu tengadah. Lakukanlah dengan serius, tetapi santai. Dengan sikap seperti itu diharapkan para pendengar akan tertarik untuk memerhatikan anda. Dengan posisi seperti itu, kita pun tidak merasa pegal ataupun terbebani. 

Sekian Artikel tentang Teknik Membacakan Berita, Semoga bermanfaat 

Friday, September 5, 2014

Contoh Makalah "MENYAMPAIKAN GAGASAN DAN TANGGAPAN YANG LOGIS DALAM DISKUSI"


MENYAMPAIKAN GAGASAN DAN TANGGAPAN

YANG LOGIS DALAM DISKUSI




 
 

MAKALAH

OLEH KELOMPOK II
1.     SRI KARDINA             ( 5286 )
2.     RIFQATUL AWALIA           ( 5467 )
3.     TEGUH SUPRAYOGO        ( 5563 )


KELAS XII IA I

SMA NEGERI 2 BANTAENG

DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
KABUPATEN BANTAENG
2013
  



(Sampul  dalam)

MENYAMPAIKAN GAGASAN DAN TANGGAPAN
YANG LOGIS DALAM DISKUSI


Diajukan untuk memenuhi tugas sekolah


MAKALAH BAHASA INDONESA


OLEH KELOMPOK II
SRI KARDINA
RIFQATUL AWALIA
TEGUH SUPRAYOGO

KELAS XII IA I

SMA NEGERI 2 BANTAENG

DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
KABUPATEN BANTAENG
2013


 
KATA PENGANTAR
Puji syukur peneliti panjatkan ke hadirat Allah Swt. atas segala nikmat dan anugerah yang dilimpahkan, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan lancar dan sesuai dengan jadwal. Selawat dan salam tidak lupa penulis curahkan kepada nabi besar Rasulullah Muhammad saw. yang telah membawa kita semua dari zaman kegelapan hingga zaman yang penuh dengan ilmu pengetahuan seperti sekarang ini.
Makalah ini yang berjudul �Menyampaikan Gagasan Dan Tanggapan Yang Logis Dalam Diskusi�. Hasil makalah ini diharapkan dapat membantu siswa dalam menyampaikan gagasan dan tanggapan yang logis dalam diskusi.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna karena kemampuan ilmu serta pengalaman penulis yang dimiliki masih rendah, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca untuk menyempurnakan makalah ini.
Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak terutama kepada pembimbing atau pembina, dan pihak- pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini, semoga apa yang telah diberikan mempunyai arti tersendiri bagi penulis dan bermanfaat bagi kita semua.

Bantaeng,  30 Juni 2013
Penulis
DAFTAR ISI
                                                                                                                       Halaman
HALAMAN JUDUL                                                                                                    i
KATA PENGANTAR                                                                                                   ii
DAFTAR ISI                                                                                                               iii
BAB I PENDAHULUAN
      A.    Latar Belakang                                                                                                        1
      B.     Rumusan Masalah                                                                                                    4
      C.     Tujuan Penelitian                                                                                                      5
      D.    Manfaat Penelitian                                                                                                    5

BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Diskusi
1.      Macam-macam Diskusi
2.      Unsur Pokok Diskusi                                                                         6
3.      Tugas dan Tanggung Jawab Dalam Diskusi
4.      Prinsip � prinsip Diskusi
5.      Manfaat Diskusi Bagi Peserta
6.      Etika Berdiskusi                                                                                 13


B.     Defenisi Tanggapan
1.      Pengertian Tanggapan Menurut Ahli                                                     6
2.      Cara Mengemukakan Tanggapan Yang Logis
3.      Contoh Tanggapan Yang Logis
C.  Defenisi Gagasan
1.      Pengertian Gagasan
2.      Cara Menyampaikan Gagasan Yang Logis                                           6
3.      Contoh Gagasan Yang Logis
BAB III PENUTUP
A.    Simpulan                                                                                                              23
B.     Saran                                                                                                                    23
DAFTAR PUSTAKA                                                                                          2 4

 



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Keterampilan berbicara dalam ragam budaya masyarakat Indonesia kini bisa terwujud dalam berbagai bentuk, di antara rutinitas kegiatan berbicara dalam kehidupan manusia sehari-hari. Apabila dirunut dari aspek tujuan, tempat, waktu, pihak yang terlibat, serta sarana yang dipergunakan, kegiatan berbicara menurut G. Sukadi (1997) dapat dibedakan menjadi obrolan, musyawarah/rapat, diskusi dan debat.
Diskusi merupakan kegiatan berbicara bersama yang dilakukan dengan tujuan untuk mencari kebenaran (ilmiah), dilakukan dalam situasi resmi di tempat yang formal meski kadang diskusi nonformal bisa dilakukan di tempat tak formal, dilakukan oleh kalangan yang mencari kebenaran atau meningkatkan kualitas kebenaran, dilaksanakan dalam kelola waktu yang terprogram secara proporsional, diperlukan sarana dan peralatan sesuai dengan tingkat dan kualitas diskusi.
Inti dari kegiatan diskusi adalah terjadinya proses bertukar pikiran
antar peserta diskusi. Peserta di harapkan menyampaikan pendapatnya
terhadap permasalahan yang dihadapi. Selanjutnya pendapat tersebut harus ditanggapi oleh peserta yang lain. Bermacam-macam bentuk tanggapan dapat disampaikan, misalnya dengan mempertanyakan maksud dari pendapat tersebut jika dianggap belum jelas. Tanggapan juga dapat disampaikan dengan, menyatakan sikap setuju atau tidak setuju/mendukung atau tidak mendukung terhadap pendapat yang telah dikemukakan. Munculnya berbagai sikap pikiran dan tanggapan yang berbeda-beda itu merupakan hal yang positif dalam kegiatan berdiskusi. Semakin banyak tanggapan yang muncul menjadikan proses berdikusi semakin hidup dan dinamis.
Meskipun demikian, hidupnya proses berdiskusi tidak selalu menjamin hasil yang diperoleh akan baik. Hal itu dapat terjadi jika pendapat dan tanggapan yang muncul hanya kata-kata kosong yang tidak ada isinya. Selain itu pendapat yang dikemukakan lemah, tidak bersandar dan tanpa disertai alas an yang logis. Oleh karena itu dalam berdiskusi, setiap pendapat dan tanggapan yang dikemukakan harus disertai alasan atau argument yang logis dan berdasar. Pendapat juga harus disampaikan dengan bahasa yang efektif, sopan dan jelas. Hal itu merupakan unsur penting yang harus diperhatikan dalam diskusi.
Untuk hal tersebut, maka pada makalah ini akan dibahas beberapa poin penting yang harus diketahui dalam menyampaikan gagasan dan tenggapan yang logis.

B.     Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari penulisan kami antara lain: 
1.      Bagaimana cara berdiskusi dengan baik dan benar ?
2.      Bagaimana cara menyampaiakan tanggapan yang logis ?
3.      Bagaimana cara menyampaiakan gagasan yang logis ?
C.    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan kami yaitu :
1.      Untuk mengetahui cara berdiskusi dengan baik dan benar.
2.      Untuk mengetahui cara menyampaiakan tanggapan yang logis dalam forum diskusi.
3.      Untuk mengetahui cara menyampaikan gagasan yang logis dalam forum diskusi.
D.    Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan kami yaitu :
1.      Siswa dapat mengetahui cara berdiskusi dengan baik dan benar.
2.      Siswa dapat mengetahui cara menyampaikan tanggapan yang logis dalam forum diskusi.
3.      Siswa dapat mengetahui cara menyampaiakan gagasan yang logis dalam forum diskusi.



BAB II
PEMBAHASAN 
A.    Pengertian Diskusi
Secara etimologis kata diskusi berasal dari bahasa Latin discussio, discussi, atau discussum yang berarti memeriksa, memperbincangkan, dan membahas. Dalam bahasa Inggris, discussion berarti perundingan atau pembicaraan, sedangkan dalam bahasa Indonesia, sebagai istilah, diskusi berarti proses bertukar pikiran antara dua orang atau lebih tentang suatu masalah untuk mencapai tujuan tertentu.
Kegiatan diskusi dapat dilakukan oleh dua orang ataupun lebih, puluhan, bahkan ratusan atau ribuan, dalam situasi resmi ataupun tak resmi dengan persiapan yang matang dan terencana disertai dengan aturan yang jelas, atau kegiatan berbicara di tempat tak resmi dengan tujuan tertentu, berbicara boleh berbeda tetapi tetap merupakan satu kesatuan, menghasilkan ide-ide meskipun berbeda, tetapi tetap satu tujuan, bukan kehendak pribadi, melainkan tujuan kelompok, diwarnai dialog, tanya jawab, atau saling tukar pendapat, beradu argumentasi dengan bukti dan alasan, boleh ada penolakan pendapat atau gagasan, memberi tanggapan, saran, kritik, dan usul, di sisi lain dapat dikemukakan informasi lengkap dan terperinci membawa hasil baik berupa kesimpulan, kesepakatan, pemikiran alternatif, dan lain-lain sebagai hasil pemikiran bersama.
Dari pernyataan diatas penulis dapat menyimpulkan pengertian dari diskusi menurut penulis, diskusi merupakan suatu bentuk tukar pikiran yang teratur dan terarah, baik dalam kelompok kecil maupun besar. Diskusi bertujuan untuk mendapatkan suatu pengertian, kesepakatan, dan keputusan bersama mengenai suatu masalah. Salah satu ciri yang paling menonjol dalam diskusi adalah adanya forum tanya jawab.
Diskusi terdiri dari beberapa macam diantaranya seminar, simposium, lokakarya, santiaji, muktamar, konferensi, diskusi panel, dan diskusi kelompok.  Didalam diskusi terdapat beberapa komponen diskusi diantaranya pemimpin diskusi (moderator), penyaji makalah, notulis, dan peserta diskusi.
1.      Macam-macam Diskusi
a.       Seminar
Pertemuan para pakar yang berusaha mendapatkan kata sepakat mengenai suatu hal.
b.      Sarasehan/Simposium
Pertemuan yang diselenggarakan untuk mendengarkan pendapat prasaran para ahli mengenai suatu hal/masalah dalam bidang tertentu.
c.       Lokakarya/Sanggar Kerja
Pertemuan yang membahas suatu karya.
d.      Santiaji
Pertemuan yang diselenggarakan untuk memberikan pengarahan singkat menjalang pelaksanaan kegiatan.
e.       Muktamar
Pertemuan para wakil organisasi mengambil keputusan mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama.
f.       Konferensi.
Pertemuan untuk berdiskusi mengenai suatu masalah yang dihadapi bersama.
g.      Diskusi Panel
Diskusi yang dilangsungkan oleh panelis dan disaksikan/dihadiri oleh beberapa pendengar, serta diatur oleh seorang moderator.
h.      Diskusi Kelompok
Penyelesaian masalah dengan melibat kan kelompok-kelompok kecil.

2.      Unsur Pokok Diskusi
a.       Dilakukan oleh dua orang atau lebih ( kelompok)
b.      Ada masalah yang menjadi pokok pembicaraan
c.       Ada tujuan yang hendak dicapai, terutama demi kemajuan ilmu dan pengetahuan
d.      Tempatnya sudah ditentukan
e.       Waktunya sudah dibatasi
f.       Pihak-pihak yang terlibat juga sudah jelas kedudukan dan fungsinya

3.      Cara Menentukan Topik Diskusi
a.       Memikirkan atau mengingat sesuatu yang pernah dan kita ketahui, kita alami, kita rasakan, dan kita bicarakan.
b.      Membaca buku, koran, majalah, atau referensi lain.
c.       Memperkaya referensial tak tertulis, lewat media audio visua.
d.      Menyimak pidato, ceramah, dialog cendekiawan atau tokoh-tokoh tertentu.
e.       Mengadakan pengamatan, penelitian, wawancara.

4.      Tugas dan Tanggung Jawab Dalam Diskusi
a.       Pemimpin diskusi :
a)      Membuka diskusi
b)      Menyampaikan aturan permainan diskusi
c)      Memimpin diskusi dengan sabar,jujur,ramah,dan adil
d)     Menjadi motor penggerak dalam diskusi
e)      Menanggapi dan menghargai semua pendapat
f)       Merumuskan simpulan dan rangkuman
g)      Menutup diskusi
b.      Penyaji
a)      Menyiapkan dan membuat makalah yang dilandasi eferensi mutakhir
b)      Menyajikan makalah dengan jelas, berurutan, dan meyakinkan
c)      Menjawab pertanyaan dengan objektif berdasarkan fakta
d)     Berusaha agar penanya puas dengan jawabannya
c.       Peserta
a)      Mempelajari masalah yang akan didiskusikan dari berbagai sumber
b)      Mendengarkan dengan penuh perhatian
c)      Tidak bersikap emosional dan berprasangka jelek terhadap pembicara dan peserta lain
d)     Bila mengajukan pertanyaan secara sopan, jelas, mudah dipahami, dan terfokus ke masalah yang dibicarakan
e)      Ikut menjaga kelancaran diskusi
f)       Menerima keputusan diskusi dengan lapang dada

5.      Prinsip-prinsip Diskusi
Salah satu cara memecahkan permasalahan adalah dengan berdiskusi. Dengan saling bertukar pikiran dan wawasan, permasalahan yang rumit niscaya dapat diuraikan dan pada akhirnya akan diperoleh jalan keluarnya. Proses diskusi akan berjalan secara efektif jika peserta menyadari hakikat diskusi dan memegang teguh prinsip-prinsip pelaksanaan diskusi. Berikut ini beberapa prinsip berdiskusi yang harus diperhatikan:
a.       Diskusi merupakan forum ilmiah untuk bertukar pikiran dan wawasan dalam menyikapi suatu permasalahan yang dihadapi bersama. Diskusi bukan forum untuk berbagi pengalaman (sharing), perasaan (curhat), kepentingan (musyawarah), atau ilmu kepintaran (mengajar).
b.      Dalam diskusi, harus terjadi dialog atau komunikasi intelektual dan ilmiah. Dalam hal ini, harus dijauhkan unsur emosional dan mengabaikan kedekatan hubungan personal sehingga terlahir pemikiran � pemikiran yang rasional dan objektif.
c.       Diskusi merupakan forum resmi, formal, dan terbuka. Oleh karena itu, proses komunikasi menggunakan bahasa nasional yang baku sehingga dapat dipahami semua kalangan dengan baik. Diskusi bukan forum kekeluargaan yang ditujukan pada kelompok terbatas.
d.      Diskusi berlangsung dalam situasi yang tertib, teratur, dan terarah serta bertujuan jelas. Oleh karena itu, diperlukan adanya perangkat dan instrumen pendukung seperti ketua/moderator, notulis, dan tata tertib.
Proses diskusi dikatakan hidup dan sehat jika seluruh peserta terlibat secara aktif dengan mengikuti tatanan yang ada. Sebaliknya, akan dikatakan tidak sehat jika proses bertukar pikiran didominasi oleh satu atau dua pikiran saja.

6.      Manfaat Diskusi Bagi Peserta
a.    Peserta dapat memahami suatu masalah, mengetahui latar belakang masalah atau sebab-sebab dan menemukan jalan keluar atau solusi masalah yang sulit.
b.   Peserta dapat menentukan suatu kesepakatan untuk melakukan tindakan, kegiatan, pekerjaan, dan bersikap tertentu.
c.     Peserta dapat menganalisis bersama suatu masalah dan mencari alternatif-alternatif gagasan, rencana kebijakan, tindakan atau keputusan yang tepat.
d.   Peserta dapat memperoleh informasi, ide atau gagasan dari peserta lain, dapat belajar dari peserta lain tentang pengalaman, cara berpikir, cara bersikap, cara mengambil keputusan atau kesimpulan, dan lain-lain.
e.    Peserta dapat saling mengamati, saling menilai, saling belajar, saling menghargai.
f.    Peserta dapat belajar mengemukakan pendapat dan berlatih menanggapai pendapat orang lain.
g.   Peserta dapat belajar berorganisasi baik sebagai angota maupun staf pimpinan.

5. Etika Berdiskusi
a.       Niat : hendaknya anggota diskusi menahan diri untuk tidak berdiskusi, jika ia tidak yakin bahwa motivasinya karena Allah Swt semata. Hendaklah ia tidak mempunyai maksud untuk menunjukkan kepandaian dan keluasan wawasannya dalam setiap perbincangan atau mengangkat dirinya atas orang lain dengan meremehkan lawan bicara atau membanggakan diri untuk mendapatkan sanjungan.
b.      Situasi yang Kondusif: Seorang pelaku diskusi hendaklah melihat situasi sebelum berdiskusi, apakah cocok untuk melakukan diskusi atau tidak. Situasi yang melingkupi kita menyangkut tiga macam, yaitu tempat, waktu, dan manusianya. Ungkapan klasik menyatakan, "Tidak setiap yang diketahui itu harus diucapkan. Setiap posisi sosial memiliki kata-katanya sendiri."
c.       Ilmu: Janganlah memperbincangkan suatu tema yang tidak di mengerti dengan baik dan janganlah membela suatu pemikiran manakala kamu tidak yakin dengan pemikiran tersebut.
d.      Manusia itu Beragam :  Kemampuan otak manusia, tingkat pemahaman, dan keluasan wawasannya, sangat berbeda-beda. Argumentasi yang bisa dipahami oleh Zaid, belum tentu dapat dipahami oleh Amar. Pembicara yang baik adalah pembicara yang memahami dengan siapa ia berbicara, lalu ia dapat menentukan metode yang dianggap sesuai untuknya.
e.       Jangan Mendominasi Pembicaraan : Pelaku diskusi atau pembicara secaara umum, tidak boleh mendominasi pembicaraan, yakni tidak memberikan kepada pihak lain peluang berbicara. Tetapi cegahlah ia berbicara yang bertele-tele, sehingga keluar dari konteksnya.
f.       Mendengarkan dengan Baik : Pembicara yang baik adalah pendengar yang baik, karenanya jadilah pendengar yang baik. Janganlah memotong pembicaraan orang lain. Sebaliknya, perhatikan ia sebagaimana engkau sendiri juga senang jika orang lain memperhatikanmu. Ketahuilah bahwa kebanyakan orang sebenarnya lebih menghormati pendengar yang baik daripada pembicara yang baik.
g.      Perhatikan Diri Sendiri : Ketika engkau tengah berbicara, perhatikanlah dirimu sendiri, apakah engkau berbicara terlalu keras.
h.      Kejelasan : Tegasnya ungkapan, fasihnya lisan, dan bagusnya penjelasan adalah sebagian dari pilar-pilar penopang diskusi dan dialog yang produktif.
i.        Penggunaan Ilustrasi : Pelaku diskusi yang cerdik adalah mereka yang pandai membuat ilustrasi guna melengkapi dan memperjelas setiap uraian pembicaraannya.
j.        Tidak Fanatik dan Mengakui Kesalahan : Sikap fanatik dalah sikap tetap tidak menerima kebenaran setelah adanya kejelasan dalil. Seorang muslim adalah pencari kebenaran. Ia tidak fanatik kepada individu, kelompok, atau paham tertentu. Berpijaklah diatas kebenaran di manapun kebenaran itu berada. Mengakui kesalahan setelah tidak mengakuinya di awal pembicaraan dapat menarik simpati dan penghargaan dari lawan bicara. Berbeda halnya jika ia bergeming dengan kesalahannya, hal ini bisa menghilangkan rasa hormat dari orang lain, juga dari dirinya sendiri.Jujur dan Kembali ke Sumber Rujukan : Hormatilah kebenaran.
k.      Jadilah orang yang jujur ketika menyampaikannya. Janganlah engkau memotong ungkapan, sehingga mengubah konteksnya atau mencabut dari relevansinya dengan memberikan penafsiran sesuai dengan keinginanmu. Di antara cara menghormati kebenaran adalah engkau tidak berargumentasi dengan mengutip pendapat orang yang tidak bisa dipercaya ilmu dan kejujurannya.
l.        Pemikiran dan Pemiliknya : Dalam suatu diskusi, sebaiknya yang dibahas, dianalisis, dikritik, dan disanggah adalah pemikirannya, bukan pemilik pemikiran itu. Hal itu untuk menghindari berubahnya forum diskusi menjadi forum percekcokan yang disertai dengan caci maki atau berubah dari forum diskusi pemikiran menjadi forum perseteruan fisik oleh individu-individu yang ada.
m.    Yang Lebih Baik : "Berdebat dengan cara yang baik" itu artinya engkau tidak bersikap apriori terhadap pendapat lawan bicaramu dan menunjukkan penghargaan kepadanya, meskipun pendapat itu barangkali bertentangan dengan pikiranmu.
n.      Menyerang dan Mematahkan : Metode menyerang dalam berdiskusi, meskipun dengan argumentasi yang kuat dan dalil yang nyata, dapat menimbulkan kebencian bagi orang lain. Hal itu karena mendapatkan simpati hati, sebenarnya lebih penting daripada mendapatkan perubahan sikap tetapi tidak berangkat dari hati yang tulus. Adapun jika engkau bersikap lemah lembut, ia akan merasa puas dengan pendapatmu, cepat atau lambat.
o.      Perbedaan Pendapat dan Kasih Sayang : Perbedaan pendapat,  antarkawan dan sahabat, sering sampai menghapuskan rasa cinta dan kasih sayang. Waspadalah untuk tidak jatuh ke dalamnya. Perdebatan atau perbincangan, atau diskusi pada umumnya berpengaruh terhadap perasaan dan hati. Ingatlah hal ini tatkala engkau tengah berbicara dengan seseorang. Janganlah engkau tunjukkan sikap permusuhan kepada seseorang.
p.      Jangan Marah : Jika lawan bicaramu tidak setuju dengan pendapatmu, jangan terburu marah. Janganlah engkau coba memaksakan semua orang untuk mengiyakan apa yang engkau anggap benar.
q.      Jangan Keraskan Suaramu : Orang yang tengah berdialog sebaiknya tidak mengeraskan suaranya lebih dari yang dibutuhkan oleh pendengar, karena suara yang keras itu jelek dan menyakitkan. Pelaku dialog bukanlah seorang orator yang terkadang pada saat-saat tertentu dituntut harus mengeraskan suaranya. Perlu diingatkan pula, bahwa kerasnya suara sama sekali tidak dapat menguatkan suatu argumentasi.



B.     Defenisi Tanggapan
1.   Pengertian tanggapan menurut ahli yaitu :
a.       Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ketiga dijelaskan definisi respon adalah berupa tanggapan, reaksi, dan jawaban. Dalam pembahasan teori respon tidak terlepas dari pembahasan, proses teori komunikasi, karena respon merupakan timbal balik dari apa yang dikomunikasikan terhadap orang-orang yang terlibat proses komunikasi.
b.      Mar�at (1984) yang menyatakan bahwa respon merupakan reaksi akibat penerimaan stimulus, dimana stimulus adalah berita, pengetahuan, informasi, sebelum diproses atau diterima oleh indranya.
c.        Menurut Berlo1960 (dalam Reza Yogaswara), Merumuskan respon sebagai sesuatu yang dikerjakan oleh seseorang sebagai hasil atau akibat menerima stimulus.
d.       Menurut Gulo (1996), respon adalah suatu reaksi atau jawaban yang bergantung pada stimulus atau merupakan hasil stimulus tersebut.
e.        Respon adalah Setiap tingkah laku pada hakekatnya merupakan tanggapan atau balasan (respon) terhadap rangsangan atau stimulus (Sarlito, 1995).


Dari beberapa pendapat para ahli diatas penulis menyimpulkan menurut penulis respon atau tanggapan adalah reaksi yang berupa tanggapan atau jawaban terhadap stimulus yang diterimanya yang berupa informasi, berita dan pengetahuan.
2.      Cara mengemukakan tanggapan yang logis
a.       Pertanyaan dan tanggapan yang dikemukakan berhubungan dengan masalah yang dibicarakan.
b.      Pertanyaan dan tanggapan dapat mempercepat pemahaman masalah, penemuan sebab, dan pemecahan masalah.
c.       Pertanyaan dan tanggapan tidak mengulangi pendapat yang pernah disampaikan peserta lain.
d.      Pertanyaan dan tanggapan disampaikan dengan kata dan kalimat yang tepat.
e.       Pertanyaan dan tanggapan disampaikan dengansikap terbuka dan sopan.
f.       Pertanyaan dan tanggapan dapat didukung atau diperjelas dengan gerak, mimik, nada suara, tekanan, dan intonasi.
Selain tanggapan, dalam diskusi juga ada berbagai pertanyaan atau penolakan yang diajukan. Pertanyaan atau penolakan tersebut harus sesuai dengan materi yang dibahas atau data yang telah disediakan oleh pemateri. Pertanyaan atau kalimat penolakan tidak boleh memojokkan orang lain. Oleh karena itu ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menolak atau menyangga pendapat orang lain, diantaranya :
a.       Emosi marah dan prasangka negatif harus dihindari.
b.      Sanggahan harus objektif, logis, dan jujur.
c.       Menunjukkan data, fakta, ilustrasi, contoh, atau perbandingan yang dapat meyakinkan peserta lain.
d.      Sanggahan atau penolakan disampaikan secara urut, terperinci, teliti, dan tidak berbelit-belit. Dengan demikian, sanggahan mudah dimengerti.
e.       Jangan menjelekkan orang lain.
3.      Contoh tanggapan yang logis
Tentunya ketika kita bertanya pada pihak penyaji, pihak penyaji tersebut akan menjelaskan jawabannya secara terperinci dan jelas. Apabila kita merasa tidak puas dengan jawaban dari pihak penyaji, kita masih bisa menanggapi jawaban tersebut. Dalam menanggapi jawaban tersebut, tentunya hal tersebut harus didasarkan dengan cara yang baik dan tanggapan yang logis atau masuk akal. Seperi apa itu tanggapan yang logis ? logis atau diterima oleh logika kita bisa juga berarti hasil pertimbangan akal pikiran yang diutarakan melalui kata dan dinyatakan dalam bahasa.

Logika sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu logos dan biasanya disebut sebagai berpikir atau penalaran yang ditinjau dari segi ketepatannya. Adapun contoh tanggapan logis jika kita tidak puas dengan jawaban yang diberikan oleh pihak penyaji :
� Saya kurang sependapat dengan Saudara, karena pada dasarnya wirausaha memerlukan modal, bukan hanya didasarkan pada kemauan saja. bukankah kemauan tanpa kemampuan sama saja dengan nol ? �
Tentunya hal tersebut hanya merupakan contoh tanggapan logis. Hindari penggunaan kata yang kasar atau sok menggurui. Usahakan anda menggunakan bahasa yang sopan, berpikir kritis dan logis, menjauhkan emosi dari subjektifitas dan mampu memilih fakta sesuai dengan tujuan, sehingga dapat ditarik kesimpulan yang sulit untuk dibantah. Selain itu, perlu anda perhatikan juga bahwa pertanyaan anda sebaiknya sesuai dengan materi yang disampaikan oleh penyaji dan hindari pula pertanyaan yang dapat memojokkan orang lain atau bersifat menjatuhkan.
C.    Defenisi Gagasan
1.      Pengertian Gagasan
Gagasan adalah pikiran, atau ide tentang suatu hal (orang atau peristiwa). Gagasan sama hal nya dengan pendapat. Jika ingin mengajukan pendapat atau gagasan dalam diskusi, harus disertakan dengan argumentasi. Argumentasi adalah pemberian alasan, contoh, dan bukti sehingga peserta diskusi membenarkan pendapat, gagasan, dan sikap. Anda dapat mengemukakan persetujuan atau penolakan terhadap pendapat orang lain. Akan tetapi, persetujuan dan penolakan tersebut harus bersifat objektif dan disertai alasan yang logis.
2.      Cara menyampaikan gagasan yang logis
Ketika kita ingin menyampaikan gagasan kita di depan orang banyak, tentunya hal tersebut tidak boleh kita lakukan secara sembarangan. Ada etika yang perlu kita perhatikan dalam menyampaikan gagasan kita, di antaranya adalah sebagai berikut :
a.       Ada gagasan yang ingin kita sampaikan
b.      Gagasan tersebut disampaikan melalui bahasa yang bisa didukung oleh intonasi atau gerak
c.       Sebaiknya kita berusaha agar pendapat kita bisa didengar oleh semua orang
d.      Penerima ide bisa memberikan tanggapan terhadap gagasan yang telah disampaikan
e.       Kita juga harus memperhatikan kondisi dan situasi pada saat berlangsungnya rapat atau seminar
f.       Sebaiknya anda gunakan juga ekspresi yang tepat
g.      Jika bisa, anda juga boleh menggunakan data data pendukung yang dapat memperkuat pendapat anda
h.      Sampaikan pendapat anda secara logis, sistematis, jelas dan mudah untuk diterima oleh orang banyak
i.        Perhatikan juga sopan santun dalam penggunaan bahasa dan cara bertanya anda
Selain etika dalam menyampaikan gagasan yang bersifat logis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyampaikan gagasan. Agar mampu mengemukakan pendapat dengan alasan yang logis, lakukan langkah-langkah berikut :
a.       Berpikir kritis dan logis.
b.      Menjauhkan emosi dan subjektivitas.
c.       Mampu memilih fakta yang sesuai dengan tujuan sehingga dapat ditarik kesimpulan yang sulit dibantah.

3.      Contoh gagasan yang logis
Diskusi merupakan pembahasan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk memecahkan suatu permasalahan atau untuk mencapai kesepakatan. Dalam diskusi, ide diperdebatkan sehingga tampak kekurangan dan kelebihan dari ide tersebut. Permasalahan yang diangkat dalam diskusi akan dikaji sedemikian rupa sehingga dapat ditarik kesimpulan yang dapat dipahami oleh seluruh peserta diskusi.
Perdebatan/pengkajian masalah dalam diskusi biasanya diwarnai dengan pro dan kontra, setuju dan tidak setuju, serta sanggahan dan penolakan pendapat. Hal-hal tersebut wajar dalam sebuah diskusi asalkan disampaikan dengan penuh tanggung jawab disertai bukti/alasan yang kuat. Selain itu, seseorang yang menyampaikan pendapatnya dalam diskusi harus menyampaikannya secara santun, misalnya :
a.       Maaf, saya kurang setuju dengan pendapat Saudara. Menurut saya, pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab salah satu pihak.
b.      Maaf, Saudara Amin, usul Anda sebenarnya menarik, tetapi perlu diingat bahwa kita tidak mempunyai dana yang cukup. 

BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Dari pembahasan di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.      Diskusi adalah sebuah proses perbincangan antara dua orang atau lebih dimana orang tersebut bertukar pikiran dengan tujuan memperoleh hasil yang dapat diterima.
2.      Respon atau tanggapan adalah reaksi yang berupa tanggapan atau jawaban terhadap stimulus yang diterimanya yang berupa informasi, berita dan pengetahuan.
3.      Gagasan adalah pikiran, atau ide tentang suatu hal (orang atau peristiwa). Gagasan sama hal nya dengan pendapat.
B. Saran
Penulis menyarankan :
1.      Pemerintah sebaiknya memperbanyak buku-buku yang diedarkan ke setiap perpustakaan supaya dapat bermanfaat nantinya bagi siswa ketika mendapatkan tugas untuk membuat suatu makalah.
2.      Perpustakaan SMAN 2 Bantaeng agar lebih melengkapi koleksi buku- buku sastra sehingga diharapkan dapat memotivasi siswa berkreatifitas dalam membaca sehingga dalam pembuatan makalah siswa lebih mudah mendapatkan referensi.
3.      Penulis berharap bagi pembaca setelah membaca makalah ini mampu menyampaiakan gagasan dan tanggapan dengan alas an yang logis dalam forum diskusi.



DAFTAR PUSTAKA
Marsudi, Demas dkk. 2009. Bahasa dan Sastra Indonesia 3. Surakarta : Depertemen Pendidikan Nasional.
Sunarji. 1994. Mahir Berbahasa Indonesia 1A. Jakarta : PT.Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.
Subroto dkk. 1994. Mahir Berbahasa Indonesia 1C. Jakarta : Erlangga.
http://ujiansma.com/contoh-tanggapan-logis-diskusi-atau-seminar
http://www.beritaterhangat.net/2012/07/cara-menyampaikan-pendapat-yang-baik.html
http://kreasi-nurdi.blogspot.com/2011/01/cara-menyampaikan-tanggapan-dalam.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Diskusi
http://contohmakalahmahasiswa.blogspot.com/2013/02/diskusi-sebagai-salah-satu-bentuk.html
http://gurudesaku.blogspot.com/2011/07/metode-diskusi-kelompok.html
http://www.scribd.com/doc/24281155/DISKUSI